MTQ Di Kecamatan Selat Gelam, Bupati Karimun: Identitas Masyarakat Melayu
Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani.
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam, Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (30/5/2026), tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, untuk memaparkan visi pengembangan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu.
Bupati Karimun menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Karimun.
Ing. H. Iskandarsyah mengatakan MTQ memiliki peran penting dalam memperkuat jati diri masyarakat Melayu yang selama ini dikenal erat dengan nilai-nilai Islam.
“MTQ ini adalah identitas kita. Melalui MTQ kita memperkuat syiar Islam, memperbaiki akhlak generasi muda, dan memastikan nilai-nilai Al-Qur'an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat,” kata Ing H. Iskandarsyah.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun tidak menolak modernisasi dan perkembangan zaman, akan tetapi kemajuan yang dicapai tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya serta identitas yang diwariskan para pendahulu.
“Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju, harus berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,” tegasnya.
Bupati Karimun juga mengingatkan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar.
Semangat menjaga marwah Melayu sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Laksamana HangTuah harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
Komitmen menjaga budaya tersebut dilihat dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa daerah hingga memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan revitalisasi bahasa daerah beberapa waktu lalu.
“Ini menunjukkan bahwa Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah juga memaparkan arah pembangunan Pulau Tulang yang akan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Karimun.
Ia mengungkapkan bahwa Pulau Tulang memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar destinasi wisata alam karena menyimpan jejak sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.
“Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses menuju kawasan yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.
| Daftar Empat Pejabat Fungsional Pemkab Karimun yang Baru Dilantik Bupati Iskandarsyah |
|
|---|
| MPP Karimun Mulai Beroperasi, Ansar Sebut Kepri Kini Miliki 4 Mal Pelayanan Publik |
|
|---|
| Bupati Karimun Minta BUMD Harus Beri Dampak Nyata ke Masyarakat, Serap 108 Tenaga Kerja Lokal |
|
|---|
| Liza Bharlyantie Hilsya Resmi Dilantik Bupati Karimun Sebagai Dirut PT Pelabuhan Karimun |
|
|---|
| Info Cuaca BMKG Untuk Wilayah Kepri Sabtu 30 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pembukaan-mtq-di-desa-tulang-karimun.jpg)