Senin, 8 Juni 2026

PROGRAM MBG DI KARIMUN

Program MBG di Karimun, Lima dari 17 SPPG Kembali Beroperasi Mulai Selasa, 9 Juni 2026

Sebanyak 17 SPPG yang sempat disuspend di Kabupaten Karimun, lima di antaranya sudah diperbolehkan kembali menjalankan kegiatan dan beroperasi besok.

Tayang:
Penulis: Fairoz Zamani | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
SPPG DI KARIMUN - Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Karimun, Rocky Marciano Bawole sekaligus Wakil Bupati Karimun. Ia menyebut lima dari 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan sementara kembali beroperasi mulai Selasa (9/6/2026). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sebanyak lima Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun yang sebelumnya dihentikan sementara operasionalnya dipastikan kembali beroperasi mulai Selasa (9/6/2026).

Kelima SPPG tersebut kembali aktif setelah memenuhi sejumlah persyaratan administrasi dan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Karimun, Rocky Marciano Bawole, mengatakan dari 17 SPPG yang sempat disuspend dalam beberapa waktu terakhir, lima di antaranya kini sudah diperbolehkan kembali menjalankan kegiatan.

“Dari 17 SPPG yang disuspend secara bertahap sejak sebulan lalu, mulai besok ada lima SPPG yang aktif kembali,” kata Rocky Marciano Bawole, Senin (8/6/2026). 

Ia menjelaskan, penghentian sementara operasional SPPG bukan disebabkan masalah lain, melainkan karena proses administrasi dan pemenuhan standar yang ditetapkan BGN.

Selain itu, keterlambatan pencairan dana operasional juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi.

“Dari total 29 SPPG yang ada di Kabupaten Karimun, sebanyak 17 unit sempat menghentikan kegiatan karena belum memenuhi persyaratan yang ditentukan,” ungkapnya. 

Menurut Rocky, sistem pendanaan SPPG dilakukan setiap 10 hari sekali.

Jika dana operasional belum diterima, maka SPPG tidak dapat menjalankan aktivitasnya karena tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan.

“SPPG beroperasi setelah dana masuk setiap 10 hari. Kalau dananya belum masuk, mereka tidak bisa berjalan karena tidak ada biaya operasional. Keterlambatan satu atau dua hari biasanya memang terjadi karena proses administrasi. Namun besok dana sudah mulai masuk,” jelasnya.

Terkait informasi yang sempat beredar mengenai terhambatnya penyaluran dana, Rocky Marciano Bawole membenarkan adanya kendala tersebut.

Namun, persoalan itu lebih disebabkan oleh proses pembenahan administrasi yang sedang dilakukan.

Ia menilai pengetatan administrasi dan pengawasan saat ini merupakan bagian dari upaya perbaikan sistem agar program berjalan lebih baik ke depannya.

Meski masih ada sejumlah SPPG yang belum kembali aktif, Satgas MBG Kabupaten Karimun memastikan proses perbaikan terus dilakukan secara bertahap agar seluruh SPPG dapat kembali beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rocky Marciano Bawole mengimbau seluruh pengelola SPPG di Karimun untuk tetap tenang dan menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

"Kami meminta seluruh mitra SPPG di Karimun tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dan menjalankan operasional secara profesional," tutupnya. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani) 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved