Selasa, 14 April 2026

Batam Terkini

ABH Paparkan Kondisi Air Batam dan Harapan Surplus di Tahun 2025

Dikatakan, defisit air bersih di Batam mencapai 300 liter per detik (lps) pada Juni 2024. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan jumlah pelanggan ya

Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
MATI AIR DI BATAM - Perbaikan pipa air bersih di Batam baru-baru ini. Air Batam Hilir menginformasikan mati air di Batam hari ini, Selasa (23/4/2024). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktur PT Air Batam Hilir (ABH), Mujiaman Sukirno memaparkan kondisi air dan rencana-rencana kedepan dalam manajemen suplai air di Kota Batam.

Dikatakan, defisit air bersih di Batam mencapai 300 liter per detik (lps) pada Juni 2024. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan, sementara kapasitas produksi air bersih belum meningkat sejak 2015.

"Kondisi kita hari ini telah kembali defisit setidaknya sekitar 300 lps, secara overall. Maka dari itu gangguan sekecil apapun pada sistem IPAM Kota Batam akan berdampak langsung pada pelanggan," jelas Mujiaman, Senin (15/7/2024).

Defisit yang terjadi diperparah dengan adanya gangguan kelistrikan dan pipa bocor yang terjadi dalam sebulan terakhir. 

Gangguan kelistrikan di Duriangkang pada awal Juni 2024, yang disebabkan oleh pembangunan infrastruktur, membutuhkan waktu pemulihan sekitar seminggu. Selain itu, pipa bocor di median jalan Happy Garden dan sepanjang Jalan Raden Fatah juga menyulitkan perbaikan karena posisinya yang berada di bawah cor jalan.

Baca juga: ABH Tertibkan 365 Kasus Sambungan Air Ilegal di Batam dalam Lima Bulan Terakhir

"Alhamdulillah kita telah menemukan jalur untuk memindahkan suplai ke kawasan Happy Garden, yaitu dengan jalan mengebor 1.5 meter di bawah jalan untuk menuju pipa utama yang lain. Proses inilah yang memakan waktu cukup lama,"katanya.

Mujiaman menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan suplai air, terutama di daerah Marina, Pulau Buluh, Bukit Raya, Happy Garden, dan sepanjang Jalan Raden Fatah. 

Disampaikan ABH bahwa saat ini BP Batam sedang membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Duriangkang dan Tembesi, yang diharapkan selesai pada Desember 2024 dan dapat menambah kapasitas produksi air bersih sebesar 730 lps.

"Diharapkan Kota Batam akan surplus air sebesar 230 lps setidaknya sampai akhir 2025," kata Mujiaman.

Baca juga: Berita Viral Batam - Benda Mirip Cacing saat Warga Tampung Air, BP Batam Panggil ABH

Selama 2024 dan 2025, BP Batam akan fokus memperbaiki fasilitas IPAM yang sudah ada, seperti pompa, filter, dan sistem perpipaan, serta memastikan tambahan air yang siap pada akhir tahun 2024 dapat tersalurkan ke daerah-daerah kritis air, seperti Buana Vista, Bukit Raya, Marina, Tanjung Riau, Tiban, Taman Sari Hijau, Cipta Land, Lavender, Bengkong, Baloi, Kampung Utama, Jodoh Permai, dan lainnya.

Meskipun ada proyeksi surplus air pada akhir 2025, Mujiaman mengingatkan gangguan suplai air masih mungkin terjadi hingga saat itu. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air bersih. (AMINUDDIN/TRIBUNBATAM.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved