Rabu, 6 Mei 2026

Fraksi PKB DPRD Batam Soroti Tingginya Pertumbuhan Ekonomi dan Angka Pengangguran di Batam

Fraksi PKB DPRD Batam soroti angka pertumbuhan ekonomi di Batam tinggi, tapi angka pengangguran juga tinggi di DPRD Batam, Rabu (10/9)

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
DPRD BATAM - Foto Ketua Fraksi PKB DPRD Batam Surya Makmur Nasution (SMN). Fraksi PKB DPRD Batam soroti tingginya angka pertumbuhan ekonomi di Batam yang tidak berbanding lurus dengan angka penyerapan tenaga kerja dalam sidang paripurna di DPRD Batam, Rabu (10/9/2025). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tingginya angka pengangguran di Batam mendapat sorotan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Batam.

Sebab angka pertumbuhan ekonomi di Batam tinggi, namun angka penyerapan tenaga kerjanya masih kecil. 

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,04 persen tahun 2024. Sementara angka pengangguran di tahun yang sama, yakni 7,68 persen. 

"Angka pertumbuhan tinggi, tapi angka pengangguran juga tinggi. Tertinggi se Kepri. Ini perlu ada penjelasan kenapa ada paradoks,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Batam Surya Makmur Nasution (SMN) dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribunbatam.id, Kamis (11/9/2025). 

Hal ini jadi sorotan pihaknya saat menyampaikan pandangan umum F-PKB terhadap Rancangan Perda APBD Batam Tahun 2026, Rabu, 10 September 2025 di dalam Sidang Paripurna DPRD Batam.

Sebelumnya pada Senin, 7 September 2025, diketahui rencana APBD Batam Tahun 2026  besarnya lebih dari Rp4,731 triliun.

Sementara itu, merujuk penyampaian KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Batam Tahun Anggaran 2026, pada 11 Juli 2025, Wali Kota Batam menargetkan pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh sebesar 6,7-7,5 persen.

Menurut SMN, proyeksi angka pertumbuhan ekonomi tersebut realistis dan masuk akal. 

Penjelasan Wali Kota Batam tersebut diperkuat dengan besarnya investasi yang masuk ke Pulau Batam

Walikota Batam yang juga sekaligus Kepala BP Batam pernah memberi keterangan bahwa dalam kuartal kedua tahun 2025, realisasi investasi yang masuk ke Batam sebesar 11 persen atau Rp9,6 triliun. 

Didukung oleh produksi industri manufaktur yang terus bergeliat, pembangunan infrastruktur, perdagangan, ekspor dan impor barang, kunjungan wisatawan asing dan wisatawan lokal, serta terus berkembangnya industri kuliner (konsumsi) harusnya, target tersebut dapat tercapai dan lebih tinggi lagi. 

Terlebih lagi, kata SMN yang juga Ketua PKB Batam, keberadaan BP Kawasan Batam secara signifikan sangat membantu pertumbuhan ekonomi Batam

Selain sebagai penggerak tumbuh dan berkembangnya investasi, BP Batam juga memiliki belanja tahunan yang besarannya pada tahun 2026 diusulkan sebesar 5,3 triliun rupiah (bpbatam.go.id, 9 Juli 2025).

Permasalahannya adalah, apakah tingginya angka pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan pertumbuhan angkatan kerja, di sinilah letak problemnya. 

“Pada tahun 2024 dengan pertumbuhan ekonomi 7,04 persen (data BPS) ketimpangan pendapatan (rasio gini) 0,348 dan tingkat pengangguran 7,68 persen, atau tertinggi se Provinsi Kepulauan Riau,” papar SMN menjelaskan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved