Sabtu, 25 April 2026

Kasus Kematian Anak di Batam

Polisi Periksa Ulang 20 Saksi terkait Kematian Balita di Batam, Diduga Ada Kelalaian

Polresta Barelang masih lanjutkan penyidikan kasus meninggalnya balita Al Fatih Usnan, di Rempang Cate, Galang, Batam. 20 orang sudah diperiksa ulang

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
KEMATIAN ANAK DI BATAM - Seorang wanita tengah berziarah di makam Al Fatih Usnan di TPU Sei Gula, Rempang Cate, Galang, Kota Batam, Jumat (8/8/2025). Polisi masih melakukan penyidikan terkait kematian anak di Batam ini. 20 orang diperiksa ulang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polresta Barelang masih melanjutkan penyidikan kasus meninggalnya balita berusia 2 tahun 8 bulan, Al Fatih Usnan, di Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andreastian, mengatakan sudah ada sekitar 15 hingga 20 orang yang dimintai keterangan ulang. 

"Masih proses penyidikan. Ada sekitar 15–20 orang yang sudah kita minta keterangan. Jadi yang pernah dimintai keterangan, kita wawancara ulang," ujar Debby, Jumat (19/9/2025).

Dari penuturannya, mereka yang dimintai keterangannya ini terdiri dari pelapor, terlapor, pihak rumah sakit, saksi ahli, serta sejumlah saksi lain.

Terkait hasil forensik, Debby menjelaskan kendala utama terjadi karena laporan baru masuk tiga bulan setelah peristiwa kematian. 

"Jadi hasil forensik itu gini, kejadian itu dilaporkan 3 bulan setelah kejadian. Di situlah setelah ada laporan itu kan polisi bergerak cepat memeriksa seluruh saksi, bahkan melakukan ekshumasi untuk ungkap penyebab kematian dan lain-lainnya," katanya.

Kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan, lanjutnya, membuat tim forensik kesulitan menentukan penyebab pasti kematian.

"Melakukan ekshumasi. Tapi jenazah sudah tiga bulan di dalam tanah, sehingga hasilnya tidak maksimal. Secara medis tubuh sudah membusuk. Untuk meneliti penyebab kematian itu yang menjadi kendala dan sulit untuk ditemukan penyebab kematiannya," ujarnya.

Ditanya soal apakah teknologi forensik saat ini tidak memungkinkan untuk memastikan penyebab kematian, Debby menegaskan kendalanya bukan pada alat atau metode yang digunakan.

"Bukan masalah teknologi, tapi kondisi dari korban ini sudah membusuk, kalau sudah membusuk tim forensik itu meneliti secara medis itu jadi tidak maksimal karena sudah tidak utuh lagi," katanya.

Debby menambahkan, pihaknya masih mendalami sejumlah keterangan, termasuk soal pakaian korban yang ikut dikuburkan. 

"Itu akan kami cek kembali, fokus kami saat ini pada penyebab kematian," katanya.

Disinggung kemungkinan penggalian ulang, Debby menyebut hal itu masih akan dipertimbangkan. 

"Nanti kami cek kembali apakah perlu atau tidak, karena kemarin waktu 3 bulan aja susah untuk meneliti penyebab kematian," ungkapnya.

Ia menegaskan, petunjuk dari kejaksaan juga menekankan agar penyidikan diarahkan pada pencarian penyebab kematian. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved