Rabu, 20 Mei 2026

PASAR MURAH PEMKO BATAM

Warga Batam Keluhkan Layanan Pasar Murah, Intan Antre 1,5 Jam Demi Dapat Sembako Murah

Pembelian sembako murah program Pemko Batam dirasa ribet dan terlalu banyak syarat oleh warga. Penerima harus antre panjang dan menunggu lama.

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
SEMBAKO MURAH DI BATAM - Warga Kelurahan Sei Panas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat antre membeli sembako murah yang dilaksanakan di Komplek Aku Tahu Sei Panas, Rabu (10/12/2025). Warga mengeluhkan lambatnya layanan di sana. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Batam keluhkan ribetnya dapatkan sembako murah program Pasar Murah Pemko Batam, di Kelurahan Sei Panas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (10/12/2025).
  • Seorang warga mengaku harus antre hingga 1,5 jam demi dapat beras 10 kg, 1 kg gula pasir dan 2 liter minyak goreng seharga Rp100 ribu.
  • Program dimulai hari ini hingga Rabu, 17 Desember 2025 ke sejumlah kecamatan di Kota Batam lainnya.

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Intan, warga Kecamatan Batam Kota menggerutu terkait layanan program pasar murah Pemko Batam yang hari ini dimulai hari ini.

Datang sejak pagi berharap dapat sembako dengan harga murah, ia menceritakan betapa rumitnya untuk mendapat paket sembako berupa 10 kg beras, 1 kg gula pasir dan 2 liter minyak goreng dengan Rp100 ribu.

Calon penerima sembako murah menurutnya sudah berkumpul sejak pukul 07.30 WIB.

Sekira 30 menit kemudian, pelaksanaan pasar murah di Kelurahan Sei Panas itu dimulai.

Namun hingga pukul 09.00 WIB, belum sampai 100 penerima yang terlayani.

Mereka sebelumnya sudah diberikan selembar kertas berisi barcode dari kelurahan.

Namun di lokasi pelaksanaan pasar murah dari Disperindag Batam, mereka kembali harus mengambil foto dengan pose memegang KTP.

"Itupun waktunya sangat lama, kadang diulang-ulang, jadinya antrean sangat panjang," ungkapnya, Rabu (10/12/2025).

Risma warga lainnya juga mengaku sampai kelaparan menunggu jadwal.

"Jadi kesannya panitia pelaksana itu tidak siap, padahal kami tetap bayar, walaupun setengah harga," kata Risma.

Risma mengaku dirinya tiba di lokasi sejak pukul 07.30 WIB, tetapi namanya dipanggil sudah lewat pukul 09.00 WIB.

"Jadi kita bingung juga, padahal sebelumnya kami para penerima ini sudah didata di kelurahan dan kelurahan sudah menyerahkan KTP dan KK. Tapi di lokasi dikinta lagi, jadi kebanyak admistrasi," ujarnya.

Dia juga mengatakan ibu-ibu yang pada umumnya datang ke lokasi bukan tidak punya kerjaan. "Kerjaan kita banyak juga, jadi terbengkalai semua," kata Risma.

Intan berharap agar progres pembagian sembako murah lebih dipermudah prosesnya agar pekerjaan warga tidak terganggu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved