Peringatan Hari Migran Sedunia di Batam, BP3MI Kepri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Peringatan Hari Migran Sedunia, BP3MI Kepri beri penghargaan kepada pihak yang berkontribusi dalam dorong misi BP3MI, dan perkuat perlindungan PMI
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Memperingati Hari Migran Sedunia, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP3MI Kepri bersama gugus tugas daerah TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) Kepri menggelar rangkaian kegiatan, Kamis (18/12/2025).
Puncak peringatan digelar di Gedung Lancang Kuning Batam. Kegiatan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada berbagai elemen masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi dalam mendorong misi BP3MI.
Piagam penghargaan diserahkan kepada sejumlah pejabat Forkopimda Kepri, di antaranya Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Dankodaeral IV, Laksamana Muda TNI Berkat, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Kepri serta Ketua DPRD Kepri.
Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan, peringatan Hari Migran Sedunia tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial dan apresiasi terhadap para pemangku kepentingan.
"Hari ini kami juga melaksanakan Migrant Day bersama para PMI yang baru direpatriasi. Tercatat sebanyak 194 PMI baru saja dideportasi dan saat ini berada di shelter BP3MI,” ujar Imam.
Selain itu, kata dia BP3MI Kepri memberikan penghargaan kepada 48 pihak yang terdiri dari organisasi non-pemerintah (NGO), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), desa peduli migran, PMI dengan masa kerja terlama dan termuda, hingga anak-anak PMI yang berprestasi.
“Anak-anak PMI juga kami berikan apresiasi. Salah satunya karena mengikuti lomba baca puisi suara dan menunjukkan bakat yang sangat baik,” ujarnya.
Selain itu, instansi swasta yang berpartisipasi aktif dalam mewujudkan tata kelola pelayanan penempatan dan perlindungan serta Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kepri turut mendapat piagam, termasuk Tribun Batam.
Dalam kesempatan tersebut, BP3MI Kepri juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 17 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini untuk menyiapkan tenaga kerja muda yang kompeten dan siap ditempatkan secara legal ke luar negeri.
"Kami menyiapkan lulusan SMK untuk tahun 2026 agar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja. Jika mereka ingin bekerja ke luar negeri, kami akan fasilitasi secara legal dan prosedural,” jelas Imam.
Imam menegaskan perlindungan PMI menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Migran Sedunia ini.
"Ketika negara memfasilitasi pekerja migran secara legal, maka perlindungannya harus maksimal, mulai dari sebelum berangkat, selama bekerja, hingga setelah kembali, termasuk saat mereka berada di negara tujuan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, turut disampaikan Provinsi Kepri memiliki empat Desa Migran Emas yang secara resmi telah dilaunching oleh Menteri terkait di tingkat pusat.
Desa-desa tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Karimun dan Bintan dan diharapkan menjadi model pelayanan dan perlindungan PMI berbasis desa.
Imam berharap peringatan Hari Migran Sedunia ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, serta masyarakat dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja migran Indonesia, khususnya di wilayah Kepri.(TribunBatam.id/bereslumbantobing)
| Harga Emas Batam di Banda Baru Mas Hari Ini Selasa 26 Mei 2026, Update Pukul 13.45 WIB |
|
|---|
| Remaja di Batam Kembali Ditangkap Polisi, Uang Hasil Curanmor Dipakai Main Judol |
|
|---|
| Pemko Batam Tambah 19 Armada Baru Trans Batam, Targetkan Waktu Tunggu Lebih Singkat |
|
|---|
| Kejari Batam Torehkan Prestasi Jadi Kejaksaan Negeri Tipe A Terbaik Kedua Tingkat Nasional |
|
|---|
| Sindikat Judi Online Jaringan Filipina-Kamboja di Batam Rekrut Pemain lewat Medsos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pimpinan-stakeholder-menyerahkan-piagam-kepada-siswa-migran-hingga-NGO.jpg)