Kamis, 7 Mei 2026

BERITA POPULER

Daftar 7 Berita Populer Batam, Perkelahian Hingga Tarik Menarik Pakaian Dalam Berujung Kantor Polisi

Berikut daftar 7 berita populer Batam hari ini yang kami himpun untuk Anda, Minggu (28/12/2025).

Tayang:
Kolase TribunBatam.id/ Foto Ucik Suwaibah
BERITA POPULER BATAM HARI INI - Kumpulan berita Populer Tribun Batam Hari Ini, Minggu, (28/12/2025). Mulai dari perkelahian dua keluarga hingga tarik menarik pakaian dalam, sampai korlap dapur SPPG Sagulung kena bacok. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kami merangkum daftar 7 berita populer Batam hari ini untuk Anda.

Penganiayaan yang dialami koordinator lapangan (korlap) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Sagulung masuk dalam berita populer Batam hari ini.

Perkelahian di Batam hingga tarik menarik pakaian dalam masuk dalam daftar 7 berita populer Batam lainnya hari ini.

Polisi menetapkan dua wanita tersangka dalam kasus yang terjadi di Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini.

Selain itu, tabrakan dua kapal yang terjadi dekat perairan Batam juga kami himpun dalam 7 berita populer Batam hari ini.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mengungkap kronologis tabrakan dua kapal yang terjadi di antara Selat Malaka dan Singapura itu.

Seperti apa berita lengkapnya?

Berikut Daftar 7 Berita Populer Batam Hari Ini untuk Anda

 

KSOP Khusus Batam Ungkap Kronologis Tabrakan Dua Kapal di Selat Malaka dan Singapura

 

KSOP KHUSUS BATAM - Dua kapal MV. CMA CGM Niagara dan kapal TB Harbour Dragon yang bertabrakan di Traffic Separation Scheme - (TSS) di Selat Malaka dan Selat Singapura, Kamis, 24 Desember 2025 sekira pukul 20.08 waktu setempat. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mengungkap kronologis kecelakaan di laut Batam itu.
KSOP KHUSUS BATAM - Dua kapal MV. CMA CGM Niagara dan kapal TB Harbour Dragon yang bertabrakan di Traffic Separation Scheme - (TSS) di Selat Malaka dan Selat Singapura, Kamis, 24 Desember 2025 sekira pukul 20.08 waktu setempat. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mengungkap kronologis kecelakaan di laut Batam itu.(Dokumentasi KSOP Khusus Batam)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kecelakaan kapal di Batam melibatkan MV CMA CGM Niagara dengan kapal TB Harbour Dragon antara Selat Malaka dan Selat Singapura, Kamis (24/12/2025) sekira pukul 20.08 waktu setempat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, M Takwim Masuku mengungkap jika kecelakaan di Batam itu berlokasi di Traffic Separation Scheme (TSS).

Traffic Separation Scheme (TSS) adalah sistem pengaturan jalur lalu lintas laut Internasional yang dibuat untuk memisahkan secara sistematis kapal-kapal yang berlawanan arah di perairan ramai dan sempit.

Seperti selat atau dekat pelabuhan, guna mencegah tabrakan dan meningkatkan keselamatan serta efisiensi navigasi maritim

Kapal TB Harbour Dragon berbendera Malaysia dengan 10 awak kapal menarik tongkang Harbour Jupiter sedang melintas di TSS menuju Sibu, Serawak, Malaysia.


Baca Selengkapnya

Curahan Hati Nelayan Pulau Jaloh di Batam, Sulit Melaut di Negeri Sendiri Karena Terkendala Izin

 

NELAYAN BATAM - Iskandar (49) nelayan Pulau Jaloh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ditemui di Pelabuhan Rakyat Sagulung, Jumat (26/12/2025).
NELAYAN BATAM - Iskandar (49) nelayan Pulau Jaloh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ditemui di Pelabuhan Rakyat Sagulung, Jumat (26/12/2025).(TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sudah tiga bulan terakhir, Iskandar (49), nelayan Pulau Jaloh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tak lagi melaut.

Dua kapal miliknya terpaksa bersandar akibat izin tangkap ikan yang belum diterbitkan BP Batam setelah peralihan kewenangan perizinan.

Selama itu juga dua kapal dan belasan ABK yang ia pimpin terpaksa berhenti untuk mengarungi lautan.

Saat ditemui di Pelabuhan Rakyat Sagulung, nelayan kelahiran Batam 1976 ini mengaku menggantungkan hidup dari laut sejak lama.

Dua kapal nelayan bermesin 6 Gross Tonnage (GT) dan 13 GT yang sehari-hari ia gunakan untuk menghidupi istri dan tiga anaknya tak lagi digunakan untuk mencari nafkah seperti biasanya.


Baca Selengkapnya

Korlap Dapur SPPG Sagulung Batam Dibacok, Polisi Buru Pelaku

 

PENGANIAYAAN DI BATAM - Anggota Polsek Sagulung saat cek kondisi korlap SPPG Sei Pelunggut Sagulung Batam yang menjadi korban penganiayaan, belum lama ini
PENGANIAYAAN DI BATAM - Anggota Polsek Sagulung saat cek kondisi korlap SPPG Sei Pelunggut Sagulung Batam yang menjadi korban penganiayaan, belum lama ini(Tribunbatam.id/Dok. Polsek Sagulung)

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pelaku pembacokan di Batam terhadap koordinator lapangan (korlap) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, masih diburu polisi.

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di SPPG Sungai Pelunggut, Sagulung, Batam, Minggu (21/12/2025) malam.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan pihaknya menerima informasi awal dari Manajemen Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami mendapat informasi dari pihak MBG soal adanya dugaan penganiayaan di SPPG Sungai Pelunggut," ujar Anwar Aris, Jumat (26/12/2025).

Ia menjelaskan, korban merupakan pengawas atau koordinator lapangan SPPG berinisial S (33).


Baca Selengkapnya

Ratusan Kapal Nelayan di Batam Terdampak Izin, DPRD Kepri Khawatir Kuota BBM 2026 Dipotong

 

DPRD KEPRI - Foto Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin. Wahyu soroti ratusan kapal nelayan di Kota Batam yang berhenti beroperasi akibat persoalan perizinan.
DPRD KEPRI - Foto Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin. Wahyu soroti ratusan kapal nelayan di Kota Batam yang berhenti beroperasi akibat persoalan perizinan.(Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng)

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Persoalan ratusan kapal nelayan di Kota Batam yang berhenti beroperasi akibat persoalan perizinan, hingga kini tak kunjung tuntas.

Kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tiga bulan sejak peralihan kewenangan penerbitan izin tangkap ikan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Sekretaris Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin, menyebut sedikitnya ada 143 kapal nelayan terdampak.

Data tersebut diterimanya dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri Cabang Batam.

"Totalnya ada 143 kapal, terdiri dari 43 kapal berukuran 6 sampai 10 GT dan 100 kapal 11 sampai 30 GT. Sampai sekarang izinnya belum keluar," ujar Wahyu, pada Jumat (26/12/2025).


Baca Selengkapnya

Ketua HKTI Batam Gunawan Satary Tutup Usia, Ditemukan Tak Bernyawa dalam Mobil di Tiban

 

Ucapan duka cita untuk Gunawan Satary. Gunawan Satary (56), Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Batam periode 2023-2028 meninggal dunia, Jumat (26/12/2025).
Ucapan duka cita untuk Gunawan Satary. Gunawan Satary (56), Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Batam periode 2023-2028 meninggal dunia, Jumat (26/12/2025).(Istimewa)

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Gunawan Satary (56), Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Batam periode 2023-2028 meninggal dunia, Jumat (26/12/2025).

Warga Taman Mediterania Batam yang juga Tim Pengendalian Percepatan Target Pembangunan Provinsi Kepri ini, sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil yang tengah parkir di depan Row Jalan, Tiban I, Kecamatan Sekupang, Batam, Jumat sore.

Saat itu warga curiga karena mesin mobil yang dikendarai almarhum masih menyala. Sementara mobil itu diketahui sudah terparkir di lokasi sejak siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB.

Karena curiga, saksi LK dan FS yang merupakan penjual sate di sekitar lokasi, mendekati mobil tersebut dan melihat seorang pria yang belakangan diketahui Gunawan terbaring di dalam kendaraan. 

Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak terkait. Setelah dilakukan pengecekan oleh pihak terkait, ternyata tokoh pemuda Kepri itu sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan.


Baca Selengkapnya

Korlap Dapur MBG di Batam Dibacok Sekuriti, Alami Luka Lebih dari 20 Jahitan

 

Anggota Polsek Sagulung saat cek kondisi korlap SPPG Sei Pelunggut yang menjadi korban dugaan penganiayaan
Anggota Polsek Sagulung saat cek kondisi korlap SPPG Sei Pelunggut yang menjadi korban dugaan penganiayaan(Tribunbatam.id/Dok. Polsek Sagulung)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pelaku pembacokan terhadap koordinator lapangan (korlap) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Batam, hingga kini masih diburu polisi.

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di lokasi SPPG Sungai Pelunggut pada Minggu (21/12/2025) malam. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan pihaknya pertama kali menerima informasi terkait kejadian tersebut dari Manajemen Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami mendapat informasi dari pihak MBG terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di SPPG Sungai Pelunggut,” ujar Anwar Aris saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).

Ia menjelaskan, korban berinisial S (33) yang menjabat sebagai pengawas sekaligus koordinator lapangan SPPG. Sementara terduga pelaku adalah petugas keamanan berinisial P alias R (27).


Baca Selengkapnya

Tarik-Tarikan Pakaian Dalam Warnai Keributan Keluarga di Batam, Dua Perempuan Jadi Tersangka

 

Dua tersangka kasus dugaan penganiayaan di Pancur Tower I, Tanjung Piayu, Sei Beduk, Kota Batam
Dua tersangka kasus dugaan penganiayaan di Pancur Tower I, Tanjung Piayu, Sei Beduk, Kota Batam(Tribunbatam.id/Dok. Polsek Sei Beduk)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua wanita di Batam ribut hingga berkelahi, dalam perkelahian tersebut ia bahkan sempat tarik-tarikan pakaian dalam.

Keributan antar anggota keluarga di Kota Batam berujung pada penetapan dua tersangka. Insiden yang diwarnai aksi saling tarik pakaian dalam itu kini ditangani Unit Reskrim Polsek Sei Beduk sebagai dugaan tindak penganiayaan.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pancur Tower I, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, pada 12 Desember 2025 lalu.

Dua perempuan yang masih memiliki hubungan keluarga, masing-masing berinisial FL (30) dan RL (27), kini harus menjalani proses hukum.

Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral menjelaskan, konflik bermula dari ucapan RL yang dianggap menyinggung keluarga FL.

Emosi yang memuncak membuat FL mendatangi kediaman RL, hingga pertengkaran fisik pun tak terelakkan.


Baca Selengkapnya

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved