Rabu, 6 Mei 2026

KEBAKARAN DI BATAM

Kebakaran Bengkel Ban Jadi Tontonan Warga, Damkar Ingatkan Bahaya dan Bisa Persulit Petugas

Asap hitam pekat masih terlihat jelas dari tepi Jalan Brigjen Katamso, Batuaji, Sabtu (10/1/2026) petang.

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
KEBAKARAN - Potret suasana proses pemadaman kebakaran di bengkel ban di Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, Sabtu (10/1/2026) malam 

Suplai air dan petugas pun dikerahkan. Di sisi lain, petugas juga harus berhadapan dengan situasi lain: kerumunan warga.

"Kendalanya tidak ada, mungkin masyarakat saja yang tidak bisa dikendalikan."

"Karena bahaya asap tebal, kita lagi proses pemadaman, mereka malah berkumpul di situ. Kalau bisa janganlah dekat-dekat," kata Jonluk.

Baca juga: Kebakaran di Batam Hari Ini di Jalan Brigjen Katamso Batuaji, Polisi Ungkap Sumber Kebakaran

Kemacetan di sejumlah titik menuju lokasi menjadi persoalan tambahan. 

Mobil damkar yang datang dari jauh sempat diteriaki warga karena dianggap lambat, padahal akses jalan menuju lokasi terhambat kendaraan.

"Ada bantuan yang dari jauh, tadi saja jalan kesini diteriakin lagi, padahal juga akses di Mukakuning itu macet kan," ucapnya.

Api sesekali mengeluarkan letupan kecil. Petugas menyebut ada kemungkinan berasal dari tangki minyak di sekitar lokasi bengkel. 

"Setengah 7 tadi membesar, tak lama ada letupan-letupan. Kalau ada masyarakat yang kena bisa bahaya itu," tegasnya.

Hingga sekitar pukul 20.30 WIB, api benar-benar berhasil dipadamkan. 

Setelah itu, pendinginan dilakukan lama mematikan bara yang masih tersembunyi di dalam lapisan ban.

"Yang terbakar ini karet, cuaca panas, ditambah lagi angin. Kalau namanya karet, panas."

"Api benar-benar padam sekitar 20.30, setelah itu segera pendinginan," kata Jonluk.

Di akhir pembicaraan, ia tak banyak bicara soal lelah. Ia justru memberi pesan sederhana:

"Kalau ada kejadian seperti ini, saya himbau masyarakat menghindar saja. Jangan mendekat kalau bisa," tambahnya.

Malam itu, warga akhirnya mulai bubar. Bau karet masih menggantung di udara. Di halaman bengkel, sisa ban hangus menghitam. 

Riuh warga tak lagi terdengar, berganti suara mesin damkar yang mulai dimatikan satu per satu.

( tribunbatam.id/ucik suwaibah )

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved