Selasa, 21 April 2026

PEMKO BATAM

Jurus Bapenda Batam Kejar Target PAD Rp2 Triliun di 2026 DIungkap Raja Azmansyah

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam menyiapkan jurus untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp2 triliun

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id
KEPALA BAPENDA BATAM - Foto Kepala Bapenda Batam Raja Azmansyah. Bapenda ungkap jurus kejar PAD Batam 2026 senilai Rp2 triliun 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam menyiapkan berbagai inovasi dan strategi untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp2,02 triliun.

Kepala Bapenda Batam Raja Azmansyah mengatakan, kinerja penerimaan pajak daerah sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif.

Dari target pajak daerah sebesar Rp1,95 triliun, terealisasi sekitar Rp1,86 triliun atau 95,54 persen.

“Capaian ini sesuai dengan prognosis kami. Awalnya kami optimistis di angka 93 persen, namun seiring membaiknya kondisi ekonomi, realisasi bisa naik hingga 95 persen,” kata Azmansyah.

Kondisi ekonomi Batam yang terus tumbuh dibuktikan dengan melonjaknya beberapa jenis pajak utama.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi lebih dari Rp500 miliar, atau 108 persen dari target Rp495 miliar.

Selain itu, pajak kendaraan bermotor (opsen) juga menunjukkan performa sangat baik. Dari target Rp121 miliar, realisasi mencapai sekitar Rp169 miliar atau 130 persen. 

Sementara pajak restoran dan makan-minum turut melampaui target, seiring bertambahnya jumlah wajib pajak restoran yang kini mencapai sekitar 1.600 wajib pajak.

“Tiga jenis pajak ini menjadi penopang utama kinerja pajak daerah karena realisasinya di atas 100 persen,” ujarnya.

Di sisi lain, pajak lain seperti pajak tenaga listrik juga mengalami peningkatan, meski belum mencapai target penuh. 

Peningkatan ini dipicu berkembangnya kawasan bisnis baru, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, yang memiliki konsumsi listrik tinggi dan stabil.

Namun demikian, pajak reklame masih menjadi tantangan. Penataan dan perizinan reklame yang masih berlangsung membuat kontribusi sektor ini belum maksimal.

“Di Batam saat ini reklame baliho dan videotron masih sangat terbatas. Baru ada sekitar tiga titik videotron aktif. Dampaknya tentu ke penerimaan pajak reklame,” katanya.

Untuk menyiasati hal tersebut, Bapenda telah menyiapkan rencana aksi guna mencapai target besar 2026 dengan tagline “Menuju Rp2,0 Triliun”. 

Strategi yang disiapkan meliputi pemutakhiran data pajak daerah, pendataan objek dan wajib pajak baru, serta pengawasan yang lebih efektif guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved