Sabtu, 25 April 2026

DEMO AIR DI BATAM

Demo Air di BP Batam Memanas, Amsakar dan Li Claudia Tersulut Emosi saat Hadapi Warga

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia tersulit emosi saat berhadapan dengan warga Tanjung Sengkuang yang gelar aksi demo soal air

|
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
DEMO AIR DI BP BATAM - Kepala BP Batam Amsakar Achmad yang tersulut emosi, menunjuk-nunjuk warga saat aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang soal di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026). 

Selanjutnya, orator juga menjelaskan, selama ini yang didapatkan warga hanya janji manis tanpa ada solusi.

Warga juga sudah bosan dengan ceramah pejabat BP Batam yang sudah beberapa kali turun ke Tanjung Sengkuang, tetapi tidak ada solusi terkait krisis air yang dihadapi warga.

"Bahkan sampai saat ini mobil tangki yang dikirim oleh ABHi hanya membuat warga ribut satu sama lain, karena berebut," kata Syamsudin.

Masuk Program Prioritas

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa persoalan air bersih masuk dalam program prioritas pemerintah.

Ia meminta warga tidak meragukan komitmen pemerintah dan meminta waktu agar persoalan dapat diselesaikan sesuai mekanisme.

"Kami punya 15 program prioritas, yang salah satunya juga soal air bersih. Bapak/ibu jangan ragukan komitmen itu. Kami minta waktu bapak ibu," ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada upaya mengulur tanggung jawab dalam penanganan krisis air bersih di Batam.

"Jangan berpikir bahwa saya ini mendelay-delay (menunda-nunda) tanggung jawab kami," kata Amsakar.

Menurut Amsakar, proses penyediaan air bersih tidak bisa dilakukan secara instan, karena harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Proses tender itu pak proses yang diatur, tidak bisa langsung ditunjuk-tunjuk," ungkapnya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari Ketua Aksi, Syamsudin. 

Ia menilai apa yang disampaikan tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.

"Bapak Kepala BP Batam yang hari ini hanya bisa mengeluarkan argumen. Kenyataannya pak di lapangan, kami tak ada air," kata Syamsudin.

Ia menegaskan, realitas yang dihadapi warga sangat berbeda dari penjelasan pemerintah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved