DEMO AIR DI BATAM
Demo Air di BP Batam Memanas, Amsakar dan Li Claudia Tersulut Emosi saat Hadapi Warga
Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia tersulit emosi saat berhadapan dengan warga Tanjung Sengkuang yang gelar aksi demo soal air
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang soal krisis air di Kantor BP Batam picu ketegangan
- Ketegangan meningkat ketika warga mendesak agar pejabat mundur jika air bersih tidak segera dialirkan secara adil
- Pernyataan tersebut memicu emosi Li Claudia Chandra dan Amsakar Achmad yang merespons keras tudingan warga serta menolak serangan bersifat pribadi
- Situasi semakin tegang hingga aparat kepolisian turun tangan mengamankan Amsakar dan Li Claudia dengan membawa keduanya menjauh dari lokasi aksi
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia Chandra tersulit emosi saat berhadapan dengan warga Tanjung Sengkuang yang melakukan aksi unjuk rasa soal air di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026).
Kejadian berawal saat Amsakar dan Li Claudia tiba di depan Kantor BP Batam sekitar pukul 13.30 WIB.
Keduanya lalu menemui pengunjuk rasa. Amsakar pun memberikan pernyataan di depan para pengunjuk rasa dari mobil komando.
"Saya Amsakar Achmad bersama Li Claudia tidak pernah menghindar untuk bertemu dengan masyarakat. Bahkan hari ini kita menemui pengunjuk rasa dari Kebun Sayur dan hari ini kita bertemu dengan warga Tanjung Sengkuang," kata Amsakar.
Pria yang juga Wali Kota Batam itu kemudian meminta orator agar menyampaikan apa yang menjadi tuntutan warga.
Sebelumnya, Amsakar mengingatkan, agar tidak perlu memprovokasi warga. Karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Selanjutnya, orator aksi membacakan apa yang menjadi tuntutan warga yang disebut dengan Tritura (Tiga tuntutan warga).
Pertama, tuntutan warga segera alirkan air bersih kepada seluruh warga Batam.
"Warga Tanjung Sengkuang termasuk juga warga Batam," kata Syamsudin, orator aksi.
Tuntutan kedua, alirkan air bersih dengan adil.
"Prinsip keadlian, Tuhan yang menentukan, tetapi ada pejabat yang memiliki kebijakan. Karena pada zaman ATB dulu, kalau air kurang, yang dilakukan bergilir," kata Syamsudin.
Selanjutnya pada poin ke tiga, jika poin satu dan dua tak terpenuhi, maka segera mundur dari jabatan. Karena tidak menjalankan amanah.
Tuntutan ketiga itu yang membuat Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, yang berada di belakang Amsakar, tersulut emosi.
Dengan suara lantang sambil menunjuk ke arah warga, Li Claudia menyebut, yang berhak mengangkat dan menurunkan mereka bukan warga Tanjung Sengkuang.
"Yang bisa menyuruh kita mundur bukan dia," kata Li Claudia sambil menunjuk ke arah orator.
Selanjutnya, orator juga menjelaskan, selama ini yang didapatkan warga hanya janji manis tanpa ada solusi.
Warga juga sudah bosan dengan ceramah pejabat BP Batam yang sudah beberapa kali turun ke Tanjung Sengkuang, tetapi tidak ada solusi terkait krisis air yang dihadapi warga.
"Bahkan sampai saat ini mobil tangki yang dikirim oleh ABHi hanya membuat warga ribut satu sama lain, karena berebut," kata Syamsudin.
Masuk Program Prioritas
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa persoalan air bersih masuk dalam program prioritas pemerintah.
Ia meminta warga tidak meragukan komitmen pemerintah dan meminta waktu agar persoalan dapat diselesaikan sesuai mekanisme.
"Kami punya 15 program prioritas, yang salah satunya juga soal air bersih. Bapak/ibu jangan ragukan komitmen itu. Kami minta waktu bapak ibu," ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak ada upaya mengulur tanggung jawab dalam penanganan krisis air bersih di Batam.
"Jangan berpikir bahwa saya ini mendelay-delay (menunda-nunda) tanggung jawab kami," kata Amsakar.
Menurut Amsakar, proses penyediaan air bersih tidak bisa dilakukan secara instan, karena harus mengikuti aturan yang berlaku.
"Proses tender itu pak proses yang diatur, tidak bisa langsung ditunjuk-tunjuk," ungkapnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari Ketua Aksi, Syamsudin.
Ia menilai apa yang disampaikan tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
"Bapak Kepala BP Batam yang hari ini hanya bisa mengeluarkan argumen. Kenyataannya pak di lapangan, kami tak ada air," kata Syamsudin.
Ia menegaskan, realitas yang dihadapi warga sangat berbeda dari penjelasan pemerintah.
Ketegangan meningkat saat Amsakar turun dari mobil komando dan mendekati massa aksi.
Ia terlihat menunjuk ke arah Syamsudin dan meminta agar dialog tidak mengarah ke serangan pribadi.
"Kamu jangan menyerang pribadi," kata Amsakar sambil turun dari mobil komando dan mendekati warga.
Saat itu Amsakar menunjuk-nunjuk warga, diikuti wakilnya, Li Claudia yang melakukan hal sama.
Kejadian tersebut membuat aparat kepolisian langsung bergerak cepat, dan mengamankan Amsakar dan Li Claudia. Keduanya dibawa menjauh dari lokasi aksi unjuk rasa. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang/Ucik Suwaibah)
breaking news batam hari ini
breaking news
TribunBreakingNews
Tanjung Sengkuang
Kepala BP Batam
Amsakar Achmad
Li Claudia Chandra
Batam
demo air di Batam
| Perintah Kepala BP Batam ke PT Moya Soal Air Bersih: Jangan Ada Eskalasi Lagi |
|
|---|
| Curhat Warga Tanjung Sengkuang Batam Keluhkan Air Bersih, Kapolresta Barelang Janji Kawal |
|
|---|
| Ujaran Kebencian Marak Usai Demo Air BP Batam, 31 Akun Medsos Dapat Peringatan Polisi |
|
|---|
| Video Kepala BP Batam Emosi Hadapi Warga Demo Air Viral, Amsakar Akhirnya Buka Suara |
|
|---|
| Kepala Ombudsman Kepri Kaget Lihat Video Amsakar Emosi Hadapi Warga Demo Soal Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Amsakar-tersulut-emosi.jpg)