Kamis, 23 April 2026

DEMO AIR DI BATAM

Demo Air di BP Batam Memanas, Amsakar dan Li Claudia Tersulut Emosi saat Hadapi Warga

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia tersulit emosi saat berhadapan dengan warga Tanjung Sengkuang yang gelar aksi demo soal air

|
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
DEMO AIR DI BP BATAM - Kepala BP Batam Amsakar Achmad yang tersulut emosi, menunjuk-nunjuk warga saat aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang soal di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang soal krisis air di Kantor BP Batam picu ketegangan
  • Ketegangan meningkat ketika warga mendesak agar pejabat mundur jika air bersih tidak segera dialirkan secara adil
  • Pernyataan tersebut memicu emosi Li Claudia Chandra dan Amsakar Achmad yang merespons keras tudingan warga serta menolak serangan bersifat pribadi
  • Situasi semakin tegang hingga aparat kepolisian turun tangan mengamankan Amsakar dan Li Claudia dengan membawa keduanya menjauh dari lokasi aksi


BATAM, TRIBUNBATAM.id
- Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia Chandra tersulit emosi saat berhadapan dengan warga Tanjung Sengkuang yang melakukan aksi unjuk rasa soal air di Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026).

Kejadian berawal saat Amsakar dan Li Claudia tiba di depan Kantor BP Batam sekitar pukul 13.30 WIB.

Keduanya lalu menemui pengunjuk rasa. Amsakar pun memberikan pernyataan di depan para pengunjuk rasa dari mobil komando.

"Saya Amsakar Achmad bersama Li Claudia tidak pernah menghindar untuk bertemu dengan masyarakat. Bahkan hari ini kita menemui pengunjuk rasa dari Kebun Sayur dan hari ini kita bertemu dengan warga Tanjung Sengkuang," kata Amsakar.

Pria yang juga Wali Kota Batam itu kemudian meminta orator agar menyampaikan apa yang menjadi tuntutan warga.

Sebelumnya, Amsakar mengingatkan, agar tidak perlu memprovokasi warga. Karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Selanjutnya, orator aksi membacakan apa yang menjadi tuntutan warga yang disebut dengan Tritura (Tiga tuntutan warga).

Pertama, tuntutan warga segera alirkan air bersih kepada seluruh warga Batam.

"Warga Tanjung Sengkuang termasuk juga warga Batam," kata Syamsudin, orator aksi.

Tuntutan kedua, alirkan air bersih dengan adil.

"Prinsip keadlian, Tuhan yang menentukan, tetapi ada pejabat yang memiliki kebijakan. Karena pada zaman ATB dulu, kalau air kurang, yang dilakukan bergilir," kata Syamsudin.

Selanjutnya pada poin ke tiga, jika poin satu dan dua tak terpenuhi, maka segera mundur dari jabatan. Karena tidak menjalankan amanah.

Tuntutan ketiga itu yang membuat Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, yang berada di belakang Amsakar, tersulut emosi.

Dengan suara lantang sambil menunjuk ke arah warga, Li Claudia menyebut, yang berhak mengangkat dan menurunkan mereka bukan warga Tanjung Sengkuang.

"Yang bisa menyuruh kita mundur bukan dia," kata Li Claudia sambil menunjuk ke arah orator.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved