Jumat, 24 April 2026

BEASISWA

Daftar Program Studi S2 Beasiswa Patriot 2026 Wilayah Barelang Batam, Total Kuota 1.100 Orang

Selain kawasan Barelang, Batam, terdapat 2 daerah lain di Indonesia lokasi kampus patriot program Beasiswa Patriot 2026, program S2 kuota 1.100 orang.

|
TribunBatam.id via Instagram @kementrans.ri
BEASISWA PATRIOT 2026 - Tangkap layar Instagram @kementrans.ri saat Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (Mentrans RI), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menghadiri rakor Beasiswa Patriot 2026 di Jakarta. Tribun Batam menghimpun daftar program studi Beasiswa Patriot 2026 wilayah Barat (Barelang, Kota Batam, Kepri). Total kouta untuk program S2 Beasiswa Patriot ini mencapai 1.100 orang. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kawasan Batam, Rempang dan Galang (Barelang), Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpilih menjadi kampus patriot untuk program Beasiswa Patriot.

Selain Kota Batam, terdapat dua daerah lain di Indonesia bagi penerima 1.100 program studi Beasiswa Patriot 2026 mahasiswa S2.

Dua daerah tersebut di antaranya Kalukku (Mamuju, Sulawesi Barat) dan Salor (Merauke, Papua Selatan).

Tidak hanya untuk mahasiswa S2, program ini mencakup pendidikan tinggi (S1-S3) bekerja sama dengan universitas terbaik dan pelatihan karakter bersama TNI untuk membentuk mental tangguh. 

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, program ini merupakan agenda prioritas nasional yang disiapkan secara serius melalui sinergi dengan perguruan tinggi unggulan dalam negeri.

Sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan nasional mampu menjawab tantangan pembangunan tanpa harus bergantung pada institusi luar negeri.

Lebih dari sekadar program akademik, Beasiswa Patriot 2026 dirancang sebagai investasi sumber daya manusia untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan. 

Melalui integrasi pendidikan, riset terapan, dan pengabdian kepada masyarakat, para penerima beasiswa dipersiapkan untuk hadir langsung di lapangan, menciptakan solusi nyata, memperkuat ekonomi lokal.

Serta menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru dan ruang pembelajaran pembangunan Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (PMT), Bondan Djati Utami, menjelaskan Kementerian Transmigrasi juga menyiapkan sistem seleksi yang ketat untuk memastikan kualitas penerima beasiswa.

Saat mengikuti rapat koordinasi program studi mitra Beasiswa Patriot 2026 di Jakarta, Senin (26/1/2026), Menteri Transmigrasi mengarahkan agar Direktorat PMT memastikan penganggaran untuk tes kesehatan dan psikologi. 

Rapat Koordinasi Program Studi Mitra Beasiswa Patriot 2026 berlangsung pada 26–28 Januari 2026 dan diikuti oleh tujuan perguruan tinggi nasional mitra dari Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Padjajaran.

Kemudian Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November. 

"Ini menjadi bagian dari seleksi tingkat pusat untuk mendapatkan peserta terbaik dari yang terbaik,” jelas Direktur Bondan.

Seleksi akan dilakukan melalui dua tahap, yakni seleksi oleh perguruan tinggi mitra dan seleksi oleh Kementerian Transmigrasi, dengan mempertimbangkan kualitas akademik, kondisi fisik, mental, serta latar belakang peserta.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved