Jumat, 15 Mei 2026

Batam Terkini

Pantai Menghitam dan Bau Menyengat, Kasus Limbah B3 Dangas Masuk Tahap Uji Lab

"Kemarin bersama tim Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri kita telah turun mengambil dan pengujian sampel," ujar Dharma, Jumat

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Bereslumbantobing/TribunBatam.id
Tim Polda Kepri dan Puslabfor Bareskrim ambil sampel Limbah B3 di Perairan Dangas dan kapal 
Ringkasan Berita:
  • Polda Kepri menggandeng Puslabfor Bareskrim untuk menguji sampel limbah B3 akibat kapal karam di perairan Dangas.
  • Berbagai sampel lingkungan dan tangki kapal diambil, termasuk sludge, air laut, tanah mangrove, hingga alga.
  • Sejumlah saksi telah diperiksa, sementara hasil uji laboratorium akan menentukan langkah hukum selanjutnya.

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kasus dugaan pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) akibat karamnya kapal LCT Mutiara Galrib Samudera di perairan Dangas, Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam, kini ditangani aparat kepolisian.

Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk melakukan pengujian sampel limbah yang diduga mencemari perairan dan pesisir.

Kasubdit IV Tipidter, AKBP Dharma Praditya Negara, mengatakan tim telah turun langsung ke Pantai Dangas untuk mengambil sampel secara komprehensif.

“Pengambilan dan pengujian sampel telah dilakukan bersama tim Puslabfor Bareskrim Polri,” ujar Dharma, Jumat (13/2).

Berbagai Sampel Diambil

Sampel yang dikumpulkan meliputi plastik inner bag yang ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kapal kandas, kumpulan plastik dan jaring yang diduga tercemar limbah B3, serta tanaman alga yang terindikasi terpapar zat berbahaya.

Sampel tanah dari akar mangrove yang diduga terkontaminasi, Swab pada bebatuan di sekitar lokasi , Sludge di area mangrove sekitar 50 meter dari titik kandas, Sampel air permukaan dan air pada kedalaman delapan meter

Pada hari yang sama, tim melanjutkan pengambilan sampel dari tangki nomor dua kapal LCT Mutiara Galrib Samudera yang kini berada di galangan PT Tiger Trans Indonesia untuk perbaikan mesin.

Dari tangki tersebut, diambil sampel sludge dan oily water guna dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Pemeriksaan Saksi Berjalan

Dalam penyelidikan ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk perwakilan dua perusahaan, nahkoda kapal, serta pihak KSOP Batam yang diwakili Kepala Pos Kesyahbandaran Batu Ampar.

Sebelumnya, kapal dilaporkan mengangkut sekitar 200 jumbo bag limbah hitam yang berasal dari kapal tanker di perairan Batu Ampar. Limbah tersebut rencananya dibongkar di Pelabuhan Bintang 99 sebelum dibawa ke kawasan Kabil. Namun, kapal mengalami kandas di perairan Dangas sehingga sebagian muatan diduga jatuh ke laut dan terbawa arus.

Sebaran limbah terlihat hingga kawasan Patam Lestari. Pasir pantai menghitam dan warga mengeluhkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas mereka.

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved