Kamis, 7 Mei 2026

SIDANG 2 TON SABU DI BATAM

Siswa SMA Datangi PN Batam Demi Saksikan Sidang Vonis 2 Ton Sabu Fandi Ramadhan

Siswa SMA di Batam datang ke PN Batam untuk melihat langsung jalannya sidang dan hasil putusan hakim dalam kasus 2 ton sabu di Batam, Kamis (5/3)

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Bereslumbantobing/TribunBatam.id
DATANGI PN BATAM - Luann, siswa SMA N 3 Batam dan temannya Adzatir Razwa, siswa SMA Kartini duduk di ruang tunggu PN Batam, Kamis (5/3/2026). Keduanya datang ke PN Batam untuk menyaksikan jalannya sidang vonis kasus 2 ton sabu di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id  – Sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa kasus narkoba hampir 2 ton sabu di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (5/3/2026) menjadi perhatian luas masyarakat. 

Sejak pagi hari, area pengadilan mulai dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan langsung jalannya persidangan dinantikan publik. Apalagi sidang hari ini menjadi penentu nasib enam terdakwa, termasuk Fandi Ramadhan yang dituntut hukuman mati dalam kasus ini.

Pengadilan Negeri Batam lantas menjadi pusat perhatian warga yang penasaran dengan hasil akhir dari perkara kasus terdakwa narkotika 2 ton sabu itu. 

Meski sidang belum dimulai, sejumlah pengunjung sudah berdatangan dan menunggu di sekitar area pengadilan.

Menariknya, di antara para pengunjung yang hadir terdapat sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sengaja datang untuk melihat langsung proses hukum di pengadilan. Rasa penasaran menjadi alasan utama mereka hadir.

Salah satunya adalah, Luann Sabil Az’Zahr (17), siswa kelas 2 SMA N 3 Batam yang datang bersama temannya Adzatir Razwa, siswa kelas 2 dari SMA Kartini Batam

Keduanya mengaku ingin mengetahui secara langsung bagaimana putusan hakim dalam kasus yang ramai diperbincangkan masyarakat.

“Penasaran saja ingin melihat langsung bagaimana keputusan akhirnya,” ujar Luann saat ditemui di ruang tunggu pengadilan.

Hal serupa juga disampaikan Adzatir. Ia mengatakan kedatangannya bukan karena tugas sekolah, melainkan murni karena ingin menyaksikan proses hukum secara langsung.

“Kami datang ingin melihat keputusan akhirnya seperti apa,” katanya.

Meski masih berstatus pelajar, keduanya mengaku memiliki harapan besar terhadap jalannya persidangan. Mereka berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil dan sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia.

“Harapannya semoga keputusannya baik dan adil, sesuai yang diharapkan masyarakat Indonesia,” tambah mereka.

Hingga kini, persidangan belum kunjung dimulai. Keluarga terdakwa tengah menanti persidangan. 

(TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved