Jumat, 8 Mei 2026

PEMKO BATAM

Pemko Batam dan BAZNAS Bangun 12 Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh

Pemerintah Kota Batam bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam membangun 12 titik sumur bor lengkap dengan fasilitas sanitasi bagi

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
WALIKOTA BATAM - Walikota Batam, Amsakar Achmad. Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam membangun 12 titik sumur bor lengkap dengan fasilitas sanitasi bagi warga yang terdampak banjir di Provinsi Aceh. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam membangun 12 titik sumur bor lengkap dengan fasilitas sanitasi bagi warga yang terdampak banjir di Provinsi Aceh.

Program bantuan tersebut disalurkan melalui gerakan Batam Peduli, sebagai bentuk dukungan pemulihan bagi masyarakat Aceh pasca bencana banjir akibat curah hujan ekstrem dan siklon tropis yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 lalu. 

Selain pembangunan infrastruktur air bersih, BAZNAS Kota Batam juga menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp180 juta.

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas masyarakat Batam terhadap saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah.

Amsakar mengatakan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzakki di Batam tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga dikonversi menjadi fasilitas jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian warga Batam kepada saudara kita di Aceh. Air adalah sumber kehidupan, sehingga kami berharap sumur bor dan fasilitas sanitasi ini dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak,” ucap Amsakar Achmad, Kamis (5/3/2026).

Pembangunan sumur bor tersebut difokuskan di tiga wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana, yakni

  • Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak enam titik
  • Pidie Jaya sebanyak empat titik
  • Dua titik di Pidie yang berada di Mushalla Pasar Kembang Tanjong dan Balai Pengajian Gampong Meuraxa.

Pemko Batam juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. 

Bantuan tersebut dinilai tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kuat persaudaraan antara masyarakat Batam dan Aceh.

Amsakar Achmad berharap keberadaan fasilitas air bersih tersebut dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Termasuk kegiatan ibadah di mushalla serta proses pendidikan di pesantren yang ada di wilayah terdampak.

Dengan selesainya pembangunan 12 titik sumur bor tersebut, Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam aksi kemanusiaan.

Baik di tingkat daerah maupun nasional. 

Hal itu dilakukan melalui pengelolaan dana sosial yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved