Kamis, 9 April 2026

TUGBOAT TERBALIK

Insiden Tug Boat Mega di Galangan ASL Batam, KSOP Periksa Dock Master dan Safety

Penyebab terbaliknya kapal tug boat Mega di perairan kawasan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kota Batam, masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
Penilik Kelaiklautan Kapal KSOP Batam, Krisno saat di kandor DPRD Kota Batam, Kamis (12/3/2026) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Penyebab terbaliknya kapal tug boat Mega di perairan kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjunguncang, Kota Batam, masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Batam (KSOP) menyatakan telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab insiden yang menewaskan tiga kru kapal tersebut.

Penilik Kelaiklautan Kapal KSOP Batam, Krisno, mengatakan pihaknya telah memintai keterangan dari beberapa pihak yang berada di lokasi kejadian.

“Kita sudah periksa sekitar dua sampai tiga orang dari pihak ASL,” ujar Krisno usai menghadiri rapat dengar pendapat di DPRD Kota Batam, Kamis (12/3/2026).

Menurut Krisno, saksi yang diperiksa di antaranya dock master, petugas keselamatan (safety), serta pihak lain yang berada di area galangan saat kejadian.

“Yang diperiksa dock master, safety ASL, dan satu lagi. Ini tanggung jawab ASL karena masih wilayah mereka,” tambahnya.

Krisno menjelaskan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologi hingga penyebab kapal tug boat Mega terbalik saat beroperasi di kawasan galangan kapal tersebut.

Saat kejadian, kapal tug boat itu diketahui sedang melakukan aktivitas membantu manuver kapal lain di area galangan.

Terkait izin operasional, Krisno menyebut tug boat Mega tidak memerlukan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari KSOP karena aktivitasnya hanya berlangsung di dalam wilayah operasional galangan kapal.

“Kalau antar pelabuhan baru kita keluarkan SPB. Kapal ini hanya beraktivitas di dalam area ASL,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kelayakan kapal di kawasan galangan umumnya dilakukan setelah kapal selesai menjalani proses perbaikan.

Karena insiden terjadi di wilayah operasional galangan kapal, pihak pengelola kawasan juga memiliki peran dalam pengawasan aktivitas di area tersebut.

Diketahui, insiden tug boat Mega terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB saat kapal tersebut membantu proses manuver kapal tanker di perairan kawasan PT ASL Shipyard.

Dalam kejadian itu terdapat lima kru di atas kapal. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil selamat. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved