Minggu, 19 April 2026

SAMPAH DI BATAM

Bin Sampah Rusak Tetap Dipakai Ancam Nyawa Pengendara di Batam

Pantauan di lapangan, Rabu (18/3/2026)  beberapa Bin Sampah yang kondisinya sudah  keropos, dengan dinding yang mulai lapuk dan bagian bak yang

TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
BIN SAMPAH - Kondisi bin (tempat) sampah yang kondisinya memprihatinkan masih tetap digunakan. Hal ini masih sering terlihat di melintas di jalan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Foto diambil Rabu (18/3/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kondisi bin (tempat) sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam (DLH) masih digunakan, meski kondisinya sudah rusak.

Wadah sampah kontainer yang digunakan untuk menampung, mengumpulkan, dan menyimpan limbah sementara sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir kondisinya sudah keropos hingga membahayakan pengendara bermotor di sekitarnya.

Saat Bin sampah melintas dalam keadaan kosong, pintunya terlihat tidak lagi tertutup bagus, sehingga berisiko terbuka sewaktu-waktu. 

Sementara saat mengangkut sampah, tidak sedikit muatan yang jatuh berserakan di jalan.

Kondisi ini dikahatirkan menimbulkan kecelakaan di jalan apalagi ditengah arus lalu lintas di Batam yang sangat ramai pada jam-jam tertentu

Sampah yang jatuh dapat mengganggu pengendara, terutama sepeda motor, yang jumlahnya mendominasi di jalanan Batam.

Kondisi ini agak ironis karena Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad bersama Wakil Wali kota Batam, Li Claudia Chandra pada Maret 2025 telah menambah 40 unit bin kontainer baru. 

Penambahan ini diharapkan mampu menggantikan kontainer lama yang sudah tidak layak.

Namun di lapangan, sejumlah unit lama justru masih terus digunakan tanpa perbaikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sistem perawatan dan distribusi fasilitas yang ada.

Riko, warga Batam, mengaku kerap menyaksikan langsung kondisi tersebut di jalan, dan tidak sedikit bin sampah yang kondisinya rusak parah masih digunakan.

“Kalau terus dibiarkan, ini bisa jadi pemicu kecelakaan. Apalagi kalau sampah jatuh di jalan ramai,” kata Riko.

Riko juga menyoroti tidak adanya tanda-tanda perbaikan hingga memasuki Maret 2026. 

Menurutnya, pola penggunaan fasilitas yang terkesan tanpa perawatan akan mempercepat kerusakan dan merugikan dalam jangka panjang.

Riko juga memperkirakan persoalan ini tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada tata kelola kebersihan kota. 

Apalagi, saat ini mulai terlihat kembali kemunculan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di beberapa titik.

“Kalau tidak segera dibenahi, bukan hanya soal Bin Sampah rusak, tapi juga bisa memicu masalah sampah yang lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Batam, Dohar Hasibuan, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut. 

Upaya konfirmasi yang dilakukan hingga kini belum mendapatkan respons, meski pesan telah terbaca.(TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved