SAMPAH DI BATAM
Tong Sampah Tunas Regency Penuh, Warga Keluhkan Aroma Tak Sedap
Biasanya ada mobil sampah yang masuk ke komplek, tapi sudah lebih dari satu minggu ini tidak datang. Makanya sampah menumpuk seperti sekarang,” k
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Alfandi Simamora
TRIBUNBATAM.id, BATAM-Tong sampah yang disediakan di kawasan Tunas Regency, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri penuh hingga sampah meluber.
Hal ini terlihat memasuki hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah. Di mana hampir seluruh tempat sampah di kawasan penuh hingga meluap ke luar tong.
Kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap dan sangat mengganggu kenyamanan serta kesehatan lingkungan.
Salah seorang penghuni ruko, Iwan mengaku pengangkutan sampah sudah tidak dilakukan sejak sebelum Idulfitri.
Biasanya, sampah diangkut menggunakan mobil compactor atau truk dari petugas kebersihan secara rutin.
“Biasanya ada mobil sampah yang masuk ke komplek, tapi sudah lebih dari satu minggu ini tidak datang. Makanya sampah menumpuk seperti sekarang,” kata Iwan, Minggu (22/3/2026).
Hal serupa disampaikan pemilik usaha kelontong di Tunas Regency, Ria bahwa dalam kondisi normal, pengangkutan sampah dilakukan dua kali dalam seminggu.
Namun, menjelang Lebaran frekuensinya berkurang dan hingga hari kedua Idulfitri belum ada lagi pengangkutan lanjutan.
“Biasanya dua kali seminggu diangkut. Minggu lalu cuma sekali, mungkin karena bertepatan dengan libur Nyepi dan Idulfitri. Tapi sampai sekarang belum juga diangkut,” katanya.
Ria juga menuturkan penumpukan sampah tidak hanya menimbulkan aroma tak sedap, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan pelanggan yang datang ke tokonya.
“Kami soalnya punya usaha. Kalau bau sampah menyengat, tentu pelanggan jadi tidak nyaman,”terangnya.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Hasibuan, mengatakan beberapa kawasan bisnis di Batam telah menerapkan sistem pengangkutan sampah secara mandiri oleh pengelola kawasan.
“Seingat saya, untuk kawasan Tunas Regency sudah melakukan pengangkutan sampah secara mandiri,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya akan terlebih dahulu memastikan status pengelolaan sampah di kawasan tersebut dengan berkoordinasi dengan petugas kebersihan dan pengelola setempat.
“Nanti akan kami cek kembali. Kalau memang sudah dikelola secara mandiri, seharusnya tidak ada persoalan.
Tapi kami tetap akan komunikasi dengan pengelola kawasan untuk memastikan dan menindaklanjuti laporan warga,”jelasnya.(ian).
| Anggota Komisi I DPRD Batam Tumbur Hutasoit Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri di Kawasan Bisnis |
|
|---|
| DLH Batam Tinjau TPS Sementara di Fanindo, Dorong Pengangkutan Sampah Mandiri oleh Pelaku Usaha |
|
|---|
| Sampah Muncul Lagi di Kawasan Industri Dapur 12 Sagulung, DLH Batam Minta Warga Gunakan TPS Resmi |
|
|---|
| DPRD Batam Respons Perubahan Perda Sampah, Amsakar Achmad Apresiasi Dukungan Legislatif |
|
|---|
| DLH Batam Bikin TPS di Tiap Perumahan, Angkut Sampah Bisa Lebih Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sampah-di-Tunas-Regency.jpg)