Sabtu, 9 Mei 2026

MENHAN KE BATAM

Menhan Sjafrie Cek Proyek Kapal Perang di Batam, Tekankan Kemandirian Alutsista

Menhan Sjafrie berkunjung ke dua perusahaan galangan kapal di Batam, cek progres pembuatan kapal perang dalam negeri, Selasa (17/3)

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI
MENHAN - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan arahan ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 845/Ksatria Satam, di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/3/2026). Menhan Sjafrie cek proyek kapal perang saat berkunjung ke perusahaan galangan kapal di Batam, Selasa (17/3/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Selain meresmikan Masjid Bintang Amin Angkasa, Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, juga berkunjung ke dua perusahaan galangan kapal di Batam, Selasa (17/3/2026) lalu.

Dua perusahaan yang didatangi Menhan Sjafrie di Batam itu yakni PT Palindo Marine Shipyard dan PT Batamec Shipyard.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, kunjungan ini bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya dalam pembangunan dan pemeliharaan kapal perang, sebagai pilar penting penguatan pertahanan laut Indonesia.

"Di PT Palindo Marine Shipyard, Menhan meninjau berbagai proyek strategis yang tengah berjalan, termasuk program refurbishment kapal patroli cepat TNI AL tipe FPB-57," kata Rico melansir Kompas.com, Jumat (20/3/2026).

Ia mengungkap, PT Palindo Marine Shipyard juga terlibat dalam pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta pembangunan kapal serang ringan yang mendukung kebutuhan operasional TNI AL.

Pada kunjungan itu, Sjafrie menyoroti kontribusi PT Palindo Marine Shipyard dalam pengembangan industri pertahanan melalui skema Industrial Development, Knowledge & Local Offset (IDKLO), termasuk kerja sama internasional dalam pembangunan kapal bantu hydro-oceanography dan program transfer teknologi.

"Ini langkah penting dalam meningkatkan penguasaan teknologi nasional dan memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri," ujarnya.

Ia melanjutkan, Sjafrie mengunjungi PT Batamec Shipyard karena galangan tersebut tengah mengerjakan proyek pembangunan Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kementerian Pertahanan.

"Kapal ini dirancang dengan spesifikasi modern, dilengkapi sistem radar, sensor, dan combat management system guna mendukung operasi patroli dan pengawasan wilayah laut nasional," katanya.

Rico mengatakan, Menhan Sjafrie menekankan, penguatan industri galangan kapal nasional harus terus didorong sebagai bagian dari strategi besar pembangunan kekuatan pertahanan berbasis kemandirian.

"Sinergi antara pemerintah, industri, dan TNI menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan alutsista dalam negeri," katanya.

Menurut Rico, kunjangan kerja ini juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap program pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberikan dampak berlipat bagi perekonomian nasional.

"Dampak tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan sektor maritim sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional," kata Rico. 

Perlu diketahui, kunjungan Menhan Sjafrie ke Batam ini turut didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Muhammad Saleh Mustofa, dan Kabaloghan Kemhan Marsdya Yusuf Jauhari. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved