Senin, 4 Mei 2026

Belasan Warga Batam Tertipu Jasa Tukar Uang Baru THR, Kerugian Capai Rp108 Juta

Belasan warga Batam terpaksa menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah tergiur jasa penukaran uang baru THR tanpa biaya.

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
KORBAN PENIPUAN - Korban penipuan modus jasa tukar uang baru di Batam, Linda saat menyampaikan kronologi perkara yang dialaminya kepada Kapolsek Sekupang di Mapolsek Sekupang, Senin (30/3/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Keterbatasan akses penukaran uang baru melalui Bank Indonesia menjelang Lebaran 2026 di Batam, dimanfaatkan pelaku penipuan. 

Ada belasan korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, setelah tergiur jasa penukaran uang baru THR tanpa biaya.

Sedikitnya 15 warga di Batam yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga, mendatangi Polsek Sekupang pada Senin (30/3/2026) sore. Dengan wajah cemas dan penuh harap, mereka menuntut agar uang yang telah diserahkan kepada pelaku dapat dikembalikan.

Salah satu korban, Linda, mengaku sangat terpukul karena harus menanggung kerugian dari uang yang sebenarnya merupakan milik kolektif karyawan perusahaan.

“Kami berharap uang itu bisa kembali. Uang itu milik anak-anak perusahaan yang dikumpulkan untuk ditukar. Sekarang saya yang jadi korban dan harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Linda menjelaskan, dirinya mengenal pelaku sejak masih bekerja di sebuah perusahaan farmasi. Bermodalkan kepercayaan yang sudah terjalin lama, ia tak ragu menggunakan jasa pelaku. Bahkan, transaksi awal sempat berjalan lancar.

“Awalnya berhasil, saya tukar Rp36 juta, saya jemput langsung. Lalu ada lagi Rp22 juta dari karyawan yang dikumpulkan. Karena sebelumnya aman, kami jadi percaya,” katanya.

Namun, kepercayaan itu justru menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Dalam transaksi berikutnya, uang yang telah diserahkan tidak pernah kembali.

Korban lain, Febri, menegaskanseluruh korban berharap ada kejelasan dan pengembalian dana.

“Kami mau uang kami kembali. Uang kami sudah digelapkan, kami ini semua korban,” ujarnya di lokasi.

Kasus ini bermula dari tawaran jasa penukaran uang pecahan kecil mulai dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribu tanpa potongan biaya.

Tawaran tersebut sangat menggiurkan, terutama di tengah sulitnya mendapatkan uang baru melalui layanan resmi Bank Indonesia menjelang hari raya.

Pelaku berinisial SP (45), yang diketahui merupakan karyawan BUMN yang bergerak di bidang farmasi, menjalankan modus dengan meminta korban mentransfer uang terlebih dahulu.

Untuk meyakinkan korban, pelaku sempat memenuhi beberapa transaksi awal sesuai kesepakatan.

Namun setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku mulai menghilang dan tidak menepati janji.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved