Gasing Tidak Hanya Sebagai Permainan Tradisional, Tetapi Identitas Melayu yang Harus Dijulang
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengatakan, permainan gasing harus tetap dilestarikan.
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengatakan, permainan gasing adalah permainan tradisional Melayu yang harus tetap dilestarikan.
Menurut Wahyu, gasing bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga identitas Melayu yang harus terus dijaga kelestariannya.
“Bagi KORMI, gasing bukan sekadar permainan lama, tetapi lambang identiti Melayu yang harus terus dijulang,” katanya, Sabtu (4/4/2026).
Wahyu menegaskan, gasing yang diputar, bukan hanya kayu yang berputar di atas tanah, tapi putaran sejarah, putaran adat, dan putaran jati diri Melayu yang diwariskan turun-temurun.
“Di dalam permainan gasing ada nilai yang besar seperti ketangkasan tangan, ketepatan langkah, kesabaran jiwa, dan keberanian bersaing secara terhormat,” tegasnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri itu pun mengajak seluruh generasi muda kembali menggalakkan olahraga gasing di era modern saat ini.
“Di tengah dunia moden, kita boleh maju dengan teknologi, tetapi akar budaya jangan sekali-kali tercabut dari bumi sendiri,” pesannya.
[ adv ]
| Bupati Iskandarsyah Terima Aspirasi Komunitas Gasing dan Pecinta Sepak Takraw Karimun |
|
|---|
| Pulau Akar Batam Diisukan Masuk Rencana Induk Pariwisata, Ini Tanggapan Anggota DPRD Kepri |
|
|---|
| DPRD Kepri Dorong Pemprov Segera Lakukan Pemerataan Guru dan Pegawai |
|
|---|
| Momentum Hari Buruh, Wahyu Wahyudin Dorong Kesejahteraan dan Perlindungan Pekerja |
|
|---|
| Kebijakan Harga HPM Pasir Kuarsa Jadi Atensi DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin Nilai Ancam PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Gasing-Bukan-Permainan-Lama-Tetapi-Identitas-Melayu-yang-Harus-Dijulang.jpg)