Selasa, 21 April 2026

Bukit Daeng Batam Dialihfungsikan, Waduk Terancam, Krisis Air Mengintai Warga

Pengalokasian kawasan Bukit Daeng Batam kepada investor untuk dijadikan permukiman tuai sorotan. Kebijakan ini dinilai berpotensi mengancam waduk

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id
BUKIT DAENG - Kondisi terkini di kaki Bukit Daeng yang menjadi kawasan hutan penyangga ketersediaan air di Batam, Minggu (5/4/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aktivitas alat berat di kawasan Bukit Daeng, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, tuai sorotan.

Kawasan Bukit Daeng Batam disebut-sebut telah dialokasikan kepada investor untuk dijadikan kawasan permukiman.

Di lokasi terlihat satu unit alat berat yang mengeruk tanah, sejumlah batang pohon yang telah ditebang dan mengering. 

Dimintai tanggapannya, tokoh masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), Sirajudin Nur, menyampaikan kekhawatiran serius terhadap alih fungsi kawasan yang selama ini berperan sebagai daerah tangkapan air.

Menurutnya, langkah tersebut berisiko mengganggu keseimbangan ekosistem dan berdampak langsung pada sistem waduk.

“Pengalokasian kawasan Bukit Daeng ini harus dikaji ulang secara serius. Kita tidak boleh mengorbankan kawasan penyangga air hanya demi kepentingan investasi jangka pendek,” ujar Sirajudin, Minggu (5/4/2026).

Mantan Anggota DPRD Kepri itu menyebut, sebagai kota yang sangat bergantung pada waduk untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Batam dinilai berada dalam posisi rentan. 

Menurut Sirajudin, kawasan hutan penyangga seperti Bukit Daeng memiliki fungsi vital dalam menjaga daya serap air sekaligus mengurangi risiko sedimentasi.

Jika alih fungsi lahan terus dilakukan tanpa kajian mendalam, dampaknya tidak hanya pada berkurangnya daya resap air, tetapi juga penurunan kualitas air di waduk. 

"Kondisi ini berpotensi membuat waduk tidak lagi optimal dalam jangka panjang," ujarnya.

Perlu diketahui, waduk terdekat dari kawasan Bukit Daeng adalah Waduk Mukakuning.

Pantauan di lapangan, kondisi air waduk saat ini mengalami penyusutan.

Gundukan tanah di pinggiran waduk yang sebelumnya tertutup air, kini mulai terlihat.

Kondisi ini diperparah kemarau yang melanda Batam.

Hujan yang sempat turun belum bisa mengembalikan kondisi waduk seperti semula. 

Terpisah, Kepala Seksi Humas BP Batam, Afthar Falahzis, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan bidang terkait untuk menelusuri status lahan di Bukit Daeng

Termasuk memastikan peruntukan lahan serta pihak investor yang mendapatkan alokasi.

“Kami akan koordinasikan dengan bidang lahan untuk mengetahui dialokasikan ke perusahaan mana dan digunakan untuk apa,” kata Afthar.

Belajar Dari Waduk Baloi

Tokoh masyarakat Kepri, Sirajudin Nur meminta BP Batam belajar dari Waduk Baloi. Waduk itu sebelumnya sempat menjadi bagian penting dalam sistem penyediaan air baku di Batam. Kondisinya saat ini sudah tidak bisa difungsikan alias ditutup.

“Risiko yang kita hadapi bukan hanya berkurangnya air, tetapi juga meningkatnya sedimentasi dan penurunan kualitas air. Ini ancaman nyata jika tidak diantisipasi sejak sekarang,” kata Sirajudin.

Ia menilai BP Batam perlu lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan tata ruangnya, terutama dalam menentukan alokasi lahan strategis yang berkaitan langsung dengan daya dukung lingkungan.

“Kita tentu mendukung investasi, tetapi jangan sampai mengabaikan keberlanjutan. Jika ini terus terjadi, maka kita sedang membuka jalan menuju krisis air di masa depan,” ujarnya.

Sirajudin menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. 

Menurutnya, arah pembangunan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan sekadar keuntungan sesaat.

“Pembangunan hari ini jangan sampai menjadi beban bagi generasi mendatang. Air adalah kebutuhan dasar, dan itu harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan,” kata Sirajudin. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved