Rabu, 22 April 2026

KECELAKAAN MAUT DI JALAN TRANS BARELANG

Kesaksian Pilu Ayah Korban Kecelakaan Maut di Barelang: Dia Minta Dicium Sebelum pergi

Tribun Batam menemui Alwani, ayah Safaraz, mendengar langsung kesaksian duka yang belum sempat ia selesaikan dengan tangis, Senin (6/4) siang. 

|
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Ucik Suwaibah
TKP Lakalantas yang menewaskan 3 pelajar SMP di Jalan Trans Barelang, Kawasan Bukit Bismillah, Sijantung, Galang, Kota Batam, Senin (6/4/2026) 

Trubun : Soal motor yang dipakai, bagaimana ceritanya?

Alwani : Kami punya tiga motor di rumah. Yang biasa dipakai Safaraz itu motor Beat 2019. Tapi pagi itu, motor itu sedang dipakai abangnya yang kerja di PT. Safaraz menghubungi abangnya, nanya libur atau tidak. Abangnya bilang tidak libur. Safaraz minta sebentar saja. Abangnya mengizinkan, pesan jangan lama-lama.
Saya sendiri waktu itu tidak ada di rumah. Jadi saya tidak tahu persis. Itu yang sampai sekarang masih berat di hati saya.

Tribun : Bagaimana Anda pertama kali mendengar kabar kecelakaan itu?

Alwani : Hari Minggu itu saya sedang belanja mingguan. Tiba-tiba ada telepon masuk yang tidak terjawab. Tidak lama, ada telepon lagi. Saya angkat dari Polsek Galang.
"Selamat siang, Pak. Saya dari Polsek Galang. Motor BM dengan nomor sekian atas nama Bapak apakah itu kendaraan Bapak?"
Saya jawab, iya. Polisi bilang bahwa pengendara motor itu mengalami kecelakaan, dan korban sudah dibawa ke RSUD Embung Fatimah.
Saya langsung bergerak. Saya siapkan semua dokumen BPJS anak, STNK, BPKB dan saya bawa semua ke rumah sakit.

Tribun : Apa yang terjadi saat Anda tiba di RSUD?

Alwani : Saya tanya ke bagian informasi, tidak ada data korban tiga orang dari Galang. Saya bingung. Saya coba hubungi polisi lagi, tapi petugas rumah sakit bilang tidak ada. Saya dengar sendiri.
Akhirnya, setelah beberapa kali komunikasi, petugas rumah sakit mengarahkan saya ke belakang ke kamar jenazah.
Suara Alwani terhenti sejenak.
Begitu masuk kamar jenazah... saya buka. Saya lihat. Tidak ada perasaan apa-apa lagi. Seperti tidak ada nyawa dalam diri saya. Saya tidak bisa berkata-kata.

Tribun : Bagaimana proses identifikasi berjalan?

Alwani : Awalnya tidak ada data apapun dari ketiga jenazah itu. Tidak ada identitas yang terbawa. Yang membantu proses identifikasi justru kawan-kawan sekolah Safaraz — sekitar delapan orang datang ke rumah sakit.
Guru dari SMPIT mengarahkan mereka masuk ke kamar jenazah, satu per satu diminta mengenali. Di situlah data mulai terkumpul, satu per satu nama ketiga korban berhasil dikenali.

Tribun : Proses selanjutnya berjalan lancar?

Alwani : Tidak langsung. Karena kejadian hari Minggu, dokter forensiknya tidak langsung ada. Kami menunggu cukup lama. Baru sekitar pukul 14.00 lebih, setelah semua ahli waris lengkap hadir, proses forensik selesai dan jenazah bisa diserahkan.

Tribun : Bagaimana proses pemakaman berlangsung?

Alwani : Saya sempat meminta agar Safaraz dimakamkan di area perumahan, di lahan keluarga. Tapi setelah dicek, lahan tersebut sudah penuh. Akhirnya kami mendapat lokasi pemakaman yang bagus, Alhamdulillah.
Yang membuat hati saya sedikit tenang, makam ketiga anak itu berdekatan. Seperti mereka yang selalu bersama semasa hidup, perginya pun bersama. Dimakamkan di tempat yang berdekatan.
Tadi saya sudah kembali ke sana untuk memastikan semuanya baik.

Tribun : Apa yang paling berat bagi Anda setelah kehilangan ini?

Alwani : Saya ini perantau. 13 tahun saya di sini, berjuang. Saya guru SD 016 Galang. Istri saya juga mengajar di sini. Semua yang kami lakukan, semua yang kami rencanakan rumah, sekolah, masa depan semuanya kami bayangkan bersama anak-anak.
Safaraz sudah besar. Saya sudah mulai bayangkan dia melanjutkan ke sekolah yang lebih baik. Alhamdulillah rezeki ada. Tapi sekarang. Yang saya pegang hanya ini: Safaraz anak yang baik. Dia pergi dengan cara yang baik. Dan dia pergi bersama sahabat-sahabat terbaiknya.
Semoga Allah menempatkan mereka di tempat yang terbaik. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved