Minggu, 12 April 2026

Penemuan Jasad Bayi di Indekos Batam

Selidiki Kematian Wanita Muda dan Bayi di Batam, Polisi Periksa Pacar Korban dan Cek CCTv

Selidiki kematian wanita muda dan bayi di Batam, polisi ikut periksa seorang pria yang merupakan pacar dari korban dan cek CCTv

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
BERI KETERANGAN - Direktur Krimum Polda Kepri, Kombes Pol Ronni Bonic beri keterangan terkait kasus penemuan mayat wanita muda dan bayi di Batam, Rabu (8/4/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyebab kematian wanita muda JPB (21) di Batam dan bayi laki-laki di sebuah indekos di Perum Pendawa Asri, Buliang, Batu Aji, Selasa (7/4/2026) dini hari masih menjadi misteri.

Kuat dugaan, korban meninggal usai melahirkan bayi laki-laki secara mandiri tanpa bantuan medis lalu alami pendarahan hebat. 

Meski begitu, proses penyelidikan oleh polisi masih terus berlangsung untuk mengungkap pasti penyebab kematian keduanya, termasuk latar belakang kejadian. 

"Jajaran Polsek Batu Aji masih melakukan penyelidikan, supaya kasus ini benar-benar terang benderang terungkap. Apakah ada unsur tindak pidananya di sana," ujar Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Ronni Bonic di Mapolda Kepri, Rabu (8/4/2026). 

Dalam penyelidikan itu, polisi juga menginterogasi seorang pria yang merupakan pacar korban. 

"Beberapa saksi diperiksa, termasuk pacar korban diinterogasi oleh penyidik. Kita juga memeriksa CCTV untuk melihat rekaman aktivitas sebelum kejadian," ungkapnya. 

Hasil pemeriksaan awal, korban masih berstatus lajang dan belum menikah. Korban merupakan seorang perantau yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Di Batam, korban memiliki kakak kandung namun tidak tinggal bersama. 

"Kita beri asistensi kasus ini. Saya sudah perintahkan jajaran untuk mengusutnya secara tuntas. Untuk lebih lanjut akan kami infokan," tutur Kombes Ronni. 

Dalam penjelasannya, kejadian berawal saat korban mengeluh sakit perut Senin (6/4/2026) sore. Lalu ia mengirim pesan WhatsApp kepada kawannya, meminta tolong dibelikan obat karena mengalami sakit perut.

Rekan korban sempat menanyakan lebih lanjut terkait kondisi tersebut, namun korban hanya mengeluhkan rasa sakit tanpa penjelasan rinci.

Kemudian malam harinya, korban sulit dihubungi. Sekitar pukul 22.30 WIB, rekan korban mencoba menghubungi korban melalui telepon. Namun, tidak ada respons.

Karena merasa khawatir, rekan korban memutuskan untuk mendatangi kamar kos korban.

Sekitar pukul 22.50 WIB, saksi tiba di lokasi dan mendapati pintu kamar nomor 204 yang ditempati korban dalam kondisi sedikit terbuka.

Saat diperiksa, korban tidak ditemukan di dalam kamar. Saksi kemudian mengecek area kamar mandi. Setelah tidak mendapat respons dari salah satu kamar mandi, saksi memanjat pembatas dan melihat ke dalam.

Korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai kamar mandi, hanya mengenakan atasan tanpa celana atau pakaian dalam.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved