UANG NASABAH HILANG
Uang Pengusaha Batam Rp1,8 Miliar Hilang, Kuasa Hukum Beri CIMB Niaga Waktu 7 Hari
Sebagai direktur, ia terpaksa mengambil keputusan sulit dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian karyawannya.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
Ringkasan Berita:
- Uang sebesar Rp1,8 Miliar milik Heru Gunawan, seorang pengusaha di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) raib diduga gegara BizChannel CIMB Niaga Tbk.
- Melalui kuasa hukumnya, Robby Batubara dari RBA Lawyers, ia mengungkap kronologi uang yang hilang dalam rekeningnya itu.
- Polda Kepri akui terima 3 laporan dengan pola dan kasus yang sama.
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Heru Gunawan, seorang pengusaha di Batam mengaku menjadi korban dugaan kejahatan siber pada sistem perbankan setelah dana perusahaan miliknya tiba-tiba terkuras tanpa sepengetahuan.
Akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian mencapai Rp1,8 miliar.
Peristiwa yang terjadi pada 21 Desember 2025 itu membuat kondisi keuangan perusahaannya terguncang.
Ironisnya, dana yang hilang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar gaji serta tunjangan hari raya (THR) karyawan di perusahaannya yang bergerak di bidang pengujian alat berat.
Dengan nada berat, Heru yang menjabat sebagai direktur PT Xtra Solusindo Sukses mengungkapkan dampak besar yang harus ia tanggung pascakejadian tersebut.
Sebagai direktur, ia terpaksa mengambil keputusan sulit dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian karyawannya.
“Saya terpaksa mengurangi karyawan. Dari 15 orang, 6 orang harus di-PHK. Bahkan akibat keputusan itu, HRD saya sempat mendapat ancaman dari karyawan yang tidak terima,” ujarnya saat ditemui di Batam Center, Sabtu (11/4/2026).
Heru didampingi kuasa hukumnya, Robby Batubara dari RBA Lawyers menjelaskan, kerugian tersebut diduga berasal dari transaksi tidak dikenal melalui layanan Bizchannel milik PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Robby mengungkapkan, indikasi awal muncul pada 21 Desember 2025, saat terdeteksi transaksi mencurigakan atas nama kliennya.
Transaksi tersebut sempat berhasil dibatalkan.
Namun, kejadian serupa kembali terulang pada 23 Desember 2025.
“Klien kami menerima notifikasi transaksi yang tidak dikenal, kemudian langsung dibatalkan dan dilakukan perubahan password melalui sistem resmi,” jelas Robby.
Namun kejanggalan justru terjadi setelah proses penggantian kata sandi.
Ia merinci, perubahan password dilakukan pada pukul 16.43 WIB, diproses sistem pada 16.47 WIB, dan dinyatakan berhasil pada 16.59 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Korban-Heru-merah-didampingi-pengacaranya-Robby-memperlihatkan-bukti-transaksi-dan-laporan.jpg)