Sabtu, 18 April 2026

Perpisahan Terakhir Joker, Pemakaman Ipda Supriadi Penuh Haru dan Doa di TPU Sei Temiang

Suasana duka menyelimuti TPU Sei Temiang, Batuaji, Kota Batam saat Ipda Supriadi atau "Bang Joker" dimakamkan, pada Kamis (16/4/2026) sore. 

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Ucik Suwaibah
Istri Ipda Supriadi, Julia bersama putra putrinya saat menaburkan bunga di TPU Sei Temiang, Kamis (16/4/2026) sore. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suasana duka menyelimuti TPU Sei Temiang, Batuaji, Kota Batam saat Ipda Supriadi atau "Bang Joker" dimakamkan, pada Kamis (16/4/2026) sore. 

Jenazah almarhum tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 16.30 WIB dari rumah duka di Batam Kota.

Pantauan di lokasi ratusan pelayat dari berbagai kalangan tampak memadati area pemakaman.

Mereka yang hadir mulai dari anggota kepolisian, sahabat, hingga masyarakat yang selama ini mengenal sosok "Joker" sebagai pribadi yang hangat dan dekat dengan siapa saja.

Prosesi pemakaman dilaksanakan secara kedinasan dan dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei, dengan rangkaian upacara yang berlangsung khidmat dan penuh penghormatan.

Apel persada diawali dengan pembacaan riwayat hidup almarhum, yang mengisahkan perjalanan panjang pengabdiannya sejak awal menjadi anggota Polri hingga dikenal luas sebagai sosok humanis di tengah masyarakat.

Dalam apel persada, inspektur upacara menyampaikan penghormatan terakhir atas nama negara dan institusi Polri kepada almarhum.

"Atas nama negara dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum," ujar Nona Pricillia.

Ia menyebutkan, almarhum Ipda Supriadi, yang menjabat sebagai Ps Paur 2 Subbid Mulmed Bidhumas Polda Kepri, telah meninggal dunia pada Kamis, 16 April 2026, pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

"Almarhum meninggal dunia demi kepentingan dan keluhuran negara dan bangsa" lanjutnya.

Ia juga berharap seluruh pengabdian yang telah dijalani almarhum dapat menjadi teladan bagi anggota lainnya.

"Semoga jalan darma bakti yang ditempuh dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, serta arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka," tutupnya.

Detik-detik penurunan jenazah ke liang lahat menjadi momen menggetarkan, lantunan adzan dan iqamah terdengar di dekat liang lahat.

Secara agama islam hal ini dilakukan mengiringi detik-detik terakhir sebelum jenazah ditutup tanah, seakan menjadi panggilan perpisahan yang penuh makna bagi almarhum.

Lalu setelahnya suara tembakan salvo menggema di udara sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved