Sabtu, 25 April 2026

WNA Belanda Tewas di Batam

Sosok Andreas Warga Belanda di Batam yang Ditemukan Tewas Dalam Rumah, Warga: Beliau Ramah

Warga Perumahan Kembang Sari, Batam Kota, masih dihinggapi rasa tak percaya usai penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di dalam rumahnya.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/istimewa
WARGA BELANDA TEWAS DI BATAM - Kolose foto Andreas (78), warga Belanda yang ditemukan tewas dalam rumah yang ia sewa di Perumahan Kembang Sari, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa, 21 April 2026. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Perumahan Kembang Sari, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih tak percaya usai penemuan jenazah seorang pria lanjut usia berkewarganegaraan Belanda bernama Andreas (78) di dalam rumah yang ia sewa, Selasa (21/4/2026) petang.

Sebab warga Belanda di Batam itu selama ini dikenal warga sebagai sosok ramah dan kerap beraktivitas di sekitar lingkungan perumahan.

Sejumlah warga mengaku sering melihat Andreas berjalan santai maupun berolahraga ringan di sekitar komplek.

"Informasinya Pak Andre ini sudah tua, mungkin menikmati masa pensiun karena setahu kami sudah tidak bekerja," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Meski tidak terlalu akrab, warga menyebut Andreas kerap menyapa saat berpapasan di luar rumah.

"Kalau sekadar tegur sapa, ya tegur sapa, Beliau ramahlah. Sering kami lihat jalan-jalan komplek atau olahraga tipis di luar rumah," lanjutnya.

Dari informasi yang dihimpun, Andreas bersama istrinya telah menempati rumah sewa tersebut selama sekitar lima bulan belakangan.

Selama tinggal di lingkungan itu, keduanya diketahui tidak banyak berinteraksi, namun tetap dikenal baik oleh warga sekitar.

Suasana komplek mulai berubah geger ketika istri korban yang sedang berada di Jawa menghubungi warga dan meminta rumah Andreas dicek karena sang suami tak kunjung bisa dihubungi.

Warga yang menerima telepon itu kemudian meminta bantuan sekuriti untuk mendatangi rumah korban.

Setibanya di lokasi, mereka mendapati cairan berwarna kemerahan mengalir dari bagian bawah pintu rumah kayu berwarna cokelat yang dilengkapi teralis besi.

Selain itu, aroma tak sedap juga tercium dari dalam rumah dua lantai bercat putih tulang tersebut.

Temuan itu membuat warga langsung melapor ke Ketua RT dan pihak kepolisian.

Ketua RT 02 RW 04, Doni, mengatakan korban memang diketahui memiliki riwayat sakit.

Menurutnya, Andreas pernah menjalani operasi sekitar sembilan bulan lalu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved