Minggu, 3 Mei 2026

Penemuan Jasad Bayi di Indekos Batam

Kematian Ibu Muda dan Bayi di Batam, Keluarga Curigai Dugaan Aborsi dan Peran Orang Dekat

Keluarga JP (21) di Batam, desak polisi ungkap penyebab pasti kematian korban. Keluarga berharap kasus ini diusut secara transparan

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
KONFERENSI PERS - Kakak korban, Leni (tengah) menunjuk foto almarhumah didampingi kuasa hukum dari Paguyuban Nias, menyampaikan kejanggalan terkait kematian JP dalam konferensi pers, Sabtu (2/5/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Keluarga JP (21) di Batam, desak polisi ungkap penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, wanita muda itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di area toilet kosnya di kawasan Batu Aji oleh pacarnya, FJ, yang baru pulang bekerja, pada Selasa (7/4/2026) malam.

Setelahnya, JP segera dilarikan ke rumah sakit, namun setibanya di rs, JP dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan medis saat itu, pihak rumah sakit mencurigai luka di area sensitif korban hingga akhirnya polisi turun tangan dan melakukan pengecekan ke kamar kos korban.

Mengejutkannya lagi, di lemari kamar korban, polisi menemukan jasad bayi.

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi juga menemukan bercak darah di kasur hingga lantai kamar.

Korban diduga meninggal dunia setelah melahirkan seorang diri di dalam kamar tanpa bantuan medis.

Kasus ini pun berproses.

Pihak keluarga mencurigai ada kejanggalan dalam kematian JP. 

Hampir dua minggu setelah dimakamkan, pihak keluarga akhirnya membuat laporan ke Polsek Batu Aji pada 19 April 2026. 

Laporan tersebut tercatat dengan nomor:
LP/B/68/IV/2026/SPKT/POLSEK BATU AJI/POLRESTA BARELANG/POLDA KEPULAUAN RIAU.

Dalam laporan itu, keluarga menduga adanya tindak pidana, termasuk dugaan aborsi ilegal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pasal 464.

Pelaporan dari pihak keluarga korban ditindaklanjuti. Tim forensik membongkar makam korban dan bayi malang itu.

"Kami menilai ada kejanggalan dalam kasus ini, ada dugaan praktek aborsi yang berujung fatal hingga korban meninggal dunia. Dan ini sudah kami laporkan ke Polsek Batu Aji," ujar Martinus Zega, kuasa hukum  yang mendampingi keluarga JP, dalam konferensi pers, Sabtu (2/5/2026). 

Kecurigaan keluarga juga mengarah pada orang terdekat korban, termasuk kekasihnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved