Jurnalis Batam Turun ke Jalan, Suarakan Kebebasan Pers dan Tolak Intimidasi
Aksi yang digagas AJI Batam ini diikuti organisasi jurnalis lainnya. Mereka turun ke jalan, suarakan kebebasan pers dan tolak intimidasi
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh setiap 3 Mei dimaknai serius oleh jurnalis di Kota Batam.
Sejumlah jurnalis turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD dan Kantor Wali Kota Batam, Senin (4/5/2026).
Aksi yang digagas Aliansi Jurnalis Independen Batam ini diikuti puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi seperti PWI dan IWO, serta jurnalis independen termasuk Jurnalis Perempuan.
Mereka menyuarakan pentingnya kebebasan pers sekaligus menolak segala bentuk tekanan terhadap kerja-kerja jurnalistik.
Tak sekadar orasi, peserta aksi juga menampilkan teatrikal yang menggambarkan kondisi kebebasan pers yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.
Kritik terhadap kebijakan pemerintah hingga praktik pembungkaman media menjadi pesan kuat yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Yogi Eka Syahputra, menegaskan kekerasan terhadap jurnalis baik fisik maupun nonfisik masih menjadi persoalan serius yang harus segera dihentikan.
“Kami menuntut semua pihak menghentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi, termasuk intervensi dalam penulisan berita,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyuarakan solidaritas dan menuntut penegakan hukum atas kasus kekerasan terhadap aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras.
Mereka menilai, perlindungan terhadap pejuang hak asasi manusia (HAM) dan jurnalis harus menjadi prioritas.
Selain isu kekerasan, para jurnalis turut menyoroti persoalan kesejahteraan.
Menurut Yogi, kesejahteraan jurnalis memiliki kaitan erat dengan profesionalisme dan kualitas demokrasi.
“Jurnalis yang sejahtera akan bekerja lebih profesional dan berkontribusi pada demokrasi yang lebih baik,” kata Yogi.
Peserta aksi juga dengan tegas menolak segala bentuk penyensoran terhadap karya jurnalistik.
Mereka menekankan, jurnalis bekerja untuk kepentingan publik, sehingga kebebasan dalam menyampaikan fakta harus dijamin tanpa intervensi.
| Modus Jadi Petugas WiFi, Pria di Batam Gasak HP Warga, Berakhir Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Kepulangan Jemaah Haji Debarkasi Batam Dimulai 1 Juni 2026, Ada yang Tak Kembali |
|
|---|
| Momen Iduladha, BP Batam Sembelih 33 Hewan Kurban, Daging Disalurkan ke Masyarakat |
|
|---|
| Batam Kini Punya Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran, Li Claudia Apresiasi |
|
|---|
| Imigrasi Batam Gagalkan Keberangkatan 31 WNI Diduga Calon Haji Non-Prosedural |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Hari-pers-sedunia-jurnalis-batam.jpg)