Rabu, 6 Mei 2026

Kecelakaan Maut di Batam

Kecelakaan Maut yang Tewaskan Santri di Batam, Warga Soroti Jalan Rawan di TKP

Peristiwa tragis yang terjadi pekan lalu, Jumat (1/5/) itu kini memasuki proses hukum, sementara masyarakat sekitar menyoroti kondisi jalan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
Jalan kampung tua batu besar menuju kawasan LCT Nongsa, disebut-sebut TKP Lakalantas libatkan santri pekan lalu 

TribunBatam.id, Batam – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menewaskan seorang santri di kawasan Jalan LCT, Batu Besar, Nongsa, Batam, menyita perhatian warga. 

Peristiwa tragis yang terjadi pekan lalu, Jumat (1/5/) itu kini memasuki proses hukum, sementara masyarakat sekitar menyoroti kondisi jalan yang dinilai rawan kecelakaan. 

Tribun menyusuri jalan kawasan LCT yang disebut-sebut menjadi TKP lakalantas namun tak menemukan lokasi kejadian. 

Bahkan, beberala warga sekitat LCT mengaku tak menahu ada kejadian dilokask. Saat ditemui di lokasi Selasa (5/5) sore, sejumlah warga mengaku sempat mendengar kabar kecelakaan tersebut, meski tidak mengetahui titik pasti kejadian.

“Ada dengar kabar kejadian itu, tapi lokasinya kurang tahu tepatnya. Katanya di daerah LCT sini,” ujar salah seorang warga Batu Besar, Diki

Baca juga: Kecelakaan Maut di Batam Renggut Nyawa Santri Umur 14 Tahun, Oknum Guru Ponpes Jadi Tersangka

Meski begitu, warga menilai ruas jalan menuju kawasan industri LCT memiliki potensi bahaya, terutama di bagian ujung yang minim permukiman. Kondisi jalan dengan tikungan panjang disebut kerap membuat pengendara lengah.

“Harapannya pengendara bisa lebih hati-hati. Di ujung sana sepi, tikungannya panjang, cukup rawan,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menetapkan sopir pikap yang terlibat dalam kecelakaan sebagai tersangka. Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, AKP Viktor Hutahaean, mengungkapkan bahwa pengemudi berinisial MHM (23) merupakan seorang guru di pondok pesantren.

“Pengemudi berinisial MHM (23) sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat kendaraan jenis Suzuki Carry pikap warna putih BP 8023 DQ mengangkut belasan santri dalam perjalanan kembali ke Pondok Pesantren Alfadllu 7 di Batu Besar usai menghadiri acara sholawatan.

Namun nahas, di tengah perjalanan kendaraan tiba-tiba oleng dan hilang kendali.
Akibat insiden tersebut, seorang santri berinisial KNI (14) meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Polda Kepri. Sementara 13 santri lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Polisi menduga kecelakaan dipicu oleh kendaraan yang lepas kendali, namun penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved