PELANGSIR BBM SUBSIDI DI BATAM
Warga Batam Resah, Kendaraan Diduga Pelangsir BBM Subsidi Bolak-Balik Antre di SPBU CODO Sagulung
Warga Batam resah dengan aktivitas sejumlah kendaraan yang mengisi BBM subsidi Pertalite secara berulang pada hari yang sama di SPBU CODO Sagulung.
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resah dengan aktivitas pelangsir BBM bersubsidi Pertalite di SPBU CODO di jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Sei Langkai.
Para pelangsir BBM subsidi itu tidak hanya menggunakan motor, namun menggunakan mobil sedan dan carry yang antre rutin di pompa pengisian BBM Pertalite secara berulang.
Kondisi ini membuat antrean pengisian jalur mobil terus mengular.
Randi, pengemudi mobil yang yang terjebak dalam antrean tersebut mengungkap jika sebelumnya di depannya ada dua unit mobil sedan yang mengisi BBM subsidi Pertalite.
Saat dirinya tiba dalam pompa pengisian, mobil yang di depannya sudah kembali ikut antre di belakang hanya beberapa mobil dari mobilnya.
Baca juga: Surat Rekomendasi Kapal Fiktif Terbongkar, Polairud Polda Ungkap Mafia BBM Subsidi di Batam
"Kebetulan saya keluar dari mobil saat melakukan pengisian, makanya saya lihat," ungkapnya, Minggu (10/5/2026).
Randi mengatakan antrean mobil pelangsir di SPBU Codo tersebut sangat membahayakan karena tangki mobilnya tidak memiliki penutup.
Selain itu terlihat juga ada aktivitas di dalam mobil, selama pengisian dan setelah pengisian.
Di tempat terpisah salah satu pelangsir Pertalite yang menggunakan motor Suzuki Thunder mengatakan sampai saat ini untuk pelangsir minyak masih lancar di SPBU Codo.
"Kalau di sini masih lancar pelangsir, biasanya kalau untuk mobil itu mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB,'' ucap sumber TribunBatam.id yang meminta namanya tak mau disebutkan.
Dia mengatakan pelangsir biasanya berhenti saat jam sibuk berangkat kerja dan pulang kerja.
''Setelah itu pelangsir sudah ramai, dan mereka bolak-balik mengisi ke SPBU," katanya.
Baca juga: Polisi Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Batam, Beraksi Pakai Surat Rekomendasi Resmi Pemerintah
Dia mengatakan jika biasanya di dalam mobil pelangsir itu sudah ada pompa.
Setelah diisi ke tangki, selanjutnya disedot dan dipindahkan.
"Mereka itu biasanya mengisi Pertalite paling Rp300 sampai Rp400 ribu, setelah itu pergi, dan nanti balik lagi," bebernya.
Setiap kali pengisian, pelangsir memberikan uang tip sebesar Rp5 sampai Rp10 ribu.
"Kalau kami motor Thunder ini, wajib berikan tip sebesar Rp2 ribu," kata sumber.
Dia mengatakan kadang para pelangsir tersebut hanya mutar di depan SPBU dan langsung ikut antre kembali.
"Jadi sudah sangat mencolok, kami saja resah melihat mereka. Karena sebelumnya sudah pernah juga mobilnya terbakar di lokasi, untung saja bisa didorong keluar," ucap dia.
Mengenai hal tersebut, Kepala Cabang Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko yang dikonfirmasi akan segera menindak lanjuti laporan tersebut.
"Terima kasih informasinya, segera tim dari Pertamina turun ke lokasi," ujar Bagus.
Senada dengan Bagus Handoko, Galuh Anjasmara, Marketing Support Specialist at PT Pertamina (Persero). Galuh Anjasmara mengatakan, tim akan mengecek informasi tersebut.
Dia juga mengatakan jika nanti informasi tersebut terbukti maka akan ada sangsi kepada SPBU tersebut.
"Nanti di cek dulu, jika terbukti maka akan dikenakan sanksi," tutupnya. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pelangsir-di-Sagulung-BBM-pertalite.jpg)