Senin, 11 Mei 2026

Motor Driver Online di Batam Nyaris Ditarik Leasing, Baringin Manulang Berharap Dapat Keringanan

Seorang pengemudi ojek online Maxim di Batam, Baringin Manulang, mengaku sempat mengalami penegahan oleh pihak leasing saat beraktivitas.

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam/Istimewa
DRIVER ONLINE DI BATAM - Sejumlah anggota Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Batam berkumpul di Sekretariat komunitas usai mendampingi rekannya Baringin Manulang terkait persoalan tunggakan cicilan kendaraan, Sabtu (9/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Baringin Manulang, seorang pengemudi ojek online Maxim di Batam mengaku sempat mengalami penegahan oleh pihak leasing saat menunggak cicilan sepeda motor selama enam bulan.

Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Tembesi Raya, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya di area perumahan, saat dirinya sedang menggunakan motor untuk beraktivitas pada Sabtu (9/5) kemarin

"Kejadiannya kemarin, dua orang datang terus mau menggembok motor saya di situ. Saya disuruh tanda tangan, tapi saya tidak mau," ujar Baringin saat diwawancarai, pada Minggu (10/5/2026).

Menurut pengakuannya, pihak leasing juga meminta kunci motor. 

Namun ia menolak menyerahkannya dan kemudian menghubungi rekan-rekannya untuk datang ke lokasi.

Baringin mengaku motor tersebut merupakan alat utama untuk mencari nafkah sebagai pengemudi Maxim yang sudah dijalaninya hampir satu tahun terakhir.

"Enggak saya kasih kuncinya. Motor ini buat kebutuhan sehari-hari saya. Kerja narik Maxim saja, pekerjaan utama saya," tambahnya.

Ia juga mengakui telah menunggak cicilan kendaraan selama enam bulan dengan nominal angsuran sekitar Rp1,6 juta per bulan.

Sebelum adanya upaya penarikan, Baringin mengaku sudah meminta keringanan pembayaran kepada pihak leasing agar tunggakan bisa dicicil secara bertahap.

"Kalau bisa kasih keringanan lah, saya cicil pelan-pelan. Kalau harus bayar lunas langsung, saya tidak ada uangnya," katanya.

Ia menyebut sempat terjadi cekcok saat proses penarikan berlangsung di lokasi. 

Namun, motor Honda CB150R Streetfire tersebut tidak jadi dibawa dan kini masih berada padanya setelah adanya kesepakatan mediasi.

"Motornya masih di saya. Kemarin kami ada kesepakatan kalau nanti saya tidak bayar lagi, terpaksa mereka tarik motornya," sebutnya.

Hingga kini, Baringin berharap masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tunggakan agar tetap bisa bekerja sebagai pengemudi online. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan pihaknya hanya berupaya membantu anggotanya agar tetap bisa bekerja mencari nafkah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved