Selasa, 12 Mei 2026

MAYAT WANITA TERKUBUR DI LINGGA

Pelarian Suami Bunuh Istri di Lingga Berakhir di Dalam Bus, Sinyal HP Jaka Dilacak Polisi

Pelarian Jaka, suami bunuh istri di Lingga berakhir di dalam bus yang hendak ke Ponorogo, Jawa Timur. Keberadaannya terlacak dari sinyal HP

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Istimewa
PENANGKAPAN TERSANGKA - Tim gabungan jatanras Polres Lingga dan Polda Kepri berhasil menangkap Jaka, pelaku pembunuhan istri di Lingga, dan dibawa ke Polres Lumajang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Upaya pelarian Zakaria alias Jaka (43), pelaku pembunuhan terhadap istri sirinya di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya terhenti di dalam sebuah bus antarkota di wilayah Lumajang, Provinsi Jawa Timur pada Jumat (8/5/2026) malam.

Penangkapan pelaku dalam bus terbilang heroik, ketika petugas berhasil melacak pergerakan sinyal seluler Jaka, membuntutinya hingga akhirnya bus berhenti.

Petugas bergegas masuk dan mengejar pelaku. Namun pelaku sempat berupaya kabur hingga akhirnya keok diringkus di dalam bus.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala mengatakan, penangkapan tersangka membutuhkan kerja keras tim gabungan karena pelaku terbilang lihai menghilangkan jejak.

“Pelaku ini cukup pandai menghindari kejaran aparat. Dia bergerak ke lokasi-lokasi yang jauh dari aktivitas petugas dan terus berpindah tempat,” ujar Kapolres Pahala saat ungkap kasus di Lobby Ditreskrimum Polda Kepri di Batam, Senin (11/5/2026) sore.

Usai menghabisi nyawa istrinya, Syafitri Yana pada Minggu, 26 April 2026 lalu, Jaka melarikan diri dari Lingga menuju Pulau Jawa. Sejak saat itu, keberadaannya terus diburu polisi. 

Adapun jasad korban baru dua hari setelah itu ditemukan terkubur tak wajar di belakang sebuah rumah kontrakan di Lingga. Atau pada Selasa (28/4/2026).

Dalam pelariannya, Jaka menggunakan nomor telepon baru atau gonta-ganti nomor untuk mengelabui petugas.

Polisi tak diam begitu saja. Menggunakan teknologi, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku yang terendus di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Tim gabungan Satreskrim Polres Lingga bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri kemudian bergerak cepat melakukan pengejaran lintas provinsi, menggandeng Polres Banyuwangi, Polres Lumajang, dan Polres Ponorogo.

Awalnya keberadaan pelaku terdeteksi di Banyuwangi. Saat dilakukan pengejaran, diketahui pelaku sedang berada di dalam bus dan hendak menuju Ponorogo.

“Pada saat proses penangkapan itu kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari Polres Lumajang, Polres Banyuwangi, Polres Ponorogo, serta tim penyidik dari Polres Lingga dan Ditreskrimum Polda Kepri,” katanya.

Pahala menyebut, tujuan tersangka ke Ponorogo bahkan ingin mencari orang 'pintar' untuk berguru.

"Pengakuan tersangka ini, dia mau ke Ponorogo. Mau mencari orang pintar di pegunungan hutan. Dia mau mencari ilmu hitam," ungkap Pahala.

Selama pelarian, pelaku mengaku merasa dihantui bayang-bayang istrinya, sehingga mendorongnya ingin mencari ilmu 'hitam'. Rencananya kandas di tangan polisi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved