Rabu, 20 Mei 2026

TANAMAN BOUGENVILLE DIRUSAK

Diduga Rusak Puluhan Tanaman Bougenville BP Batam, Seorang Pria Diamankan Polisi

Seorang pria diamankan Tim Jatanras Satreskrim Polresta Barelang setelah diduga terlibat aksi pengrusakan tanaman bougenville milik BP Batam.

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Dok. BP Batam
TANAMAN DIRUSAK - Potret tanaman bunga Bougenville milik BP Batam yang dirusak Orang Tak Dikenal. Terbaru, polisi amankan seorang pria diduga terlibat aksi pengrusakan tanaman hias itu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang pria dewasa diamankan Tim Jatanras Satreskrim Polresta Barelang setelah diduga terlibat aksi pengrusakan tanaman di Batam pada Selasa (19/5/2026).

Informasi yang dihimpun, pria tersebut diduga merusak tanaman Bougenville milik BP Batam di sejumlah titik di Batam. 

Saat diamankan petugas, pria itu disebut berjalan kaki sambil membawa tas ransel di kawasan Taman Dang Anom, Kecamatan Batam Kota.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pria tersebut.

"Untuk pengrusakan Bougenville, saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Mohon waktu," ujar Debby saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Polisi belum menyampaikan lebih lanjut terkait identitas maupun status hukum pria yang diamankan tersebut. 

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa pria itu diduga mengalami gangguan mental. 

Namun, hal tersebut masih dalam pendalaman penyidik.

Sementara itu, mengecam keras aksi pengrusakan tanaman Bougenville yang terjadi di sejumlah titik di Batam, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk vandalisme yang merugikan upaya pemerintah dalam mempercantik wajah kota.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman Bougenville yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam," ujar Ariastuty.

Berdasarkan laporan yang diterima BP Batam, sebanyak 59 tanaman Bougenville mengalami kerusakan. 

Sebanyak 13 tanaman di antaranya dilaporkan hilang, sementara tanaman lainnya ditemukan tercabut dan dibuang ke sekitar saluran parit.

Menurut Tuty, program penghijauan dan penataan taman yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari upaya menciptakan Batam sebagai kota modern, hijau, dan nyaman bagi masyarakat maupun investor.

BP Batam juga memastikan akan melakukan penanganan cepat terhadap tanaman yang rusak serta memperkuat pengawasan di sejumlah titik penataan kota, untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang.

(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved