PEMOTOR DI BATAM JATUH VIRAL DI MEDSOS
Lubang di Jalan Yos Sudarso Batam Picu Kecelakaan Berulang, Warga Desak Segera Diperbaiki
Kondisi jalan berlubang di ruas Jalan Yos Sudarso Batam dari Batuampar menuju Simpang Lampu Merah Indomobil dikeluhkan pengendara, picu kecelakaan
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kondisi jalan berlubang di ruas Jalan Yos Sudarso dari Batuampar menuju Simpang Lampu Merah Indomobil, Batam, dikeluhkan para pengguna jalan.
Sejumlah lubang terlihat menganga di tengah ruas jalan yang memiliki lima lajur tersebut dan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.
Pantauan di depan pemukiman Baloi Kolam, terdapat sedikitnya belasan titik kerusakan jalan di permukaan aspal pada Senin (25/5/2026).
Lubang-lubang itu mayoritas berada di lajur tiga dan empat atau jalur yang biasa digunakan kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Kondisi tersebut dinilai berisiko, terlebih posisi jalan yang menurun membuat pengendara kerap terlambat menyadari keberadaan lubang di tengah jalan.
Saat hujan, situasi disebut menjadi lebih berbahaya, genangan air membuat lubang di permukaan aspal sulit terlihat, sementara kondisi jalan basah mengurangi daya cengkeram ban terhadap aspal.
Kombinasi jalan licin dan lubang yang tertutup air, berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir atau aquaplaning.
Apalagi ketika pengendara melakukan pengereman mendadak atau mencoba menghindari lubang.
Di lokasi kini terpasang dua traffic cone sebagai penanda.
Namun keberadaan cone tersebut dinilai belum cukup memberi peringatan bagi pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Serpihan pecahan kendaraan hingga sandal pengendara motor pasca kecelakaan, Minggu (24/5/2026) lalu masih terlihat di jalan.
Seorang pengguna jalan, Endang, mengatakan lokasi tersebut sudah beberapa kali menimbulkan korban kecelakaan.
"Bahaya itu, pagi tadi ada yang jatuh lagi di situ. Kemarin juga ada anak PT jatuh di situ," ujar Endang.
Menurutnya, lubang di jalur cepat tersebut sulit terlihat saat hujan karena tertutup genangan air.
"Itu kan jalur cepat, kalau hujan lubangnya ketutup air jadi nggak nampak. Orang juga nggak bisa langsung ngerem mendadak. Kalau menghindar pun bisa ngeslip, tetap jatuh motornya," katanya.
Ia menambahkan posisi jalan yang menurun, membuat pengendara semakin kesulitan mengantisipasi kondisi jalan rusak tersebut.
"Jalannya itu juga masuk jalur cepat, mana turunan lagi," tuturnya.
Endang berharap korban kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut segera pulih.
Ia juga meminta pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban lebih parah.
"Kepada pemerintah, meskipun belum ada yang meninggal masa harus nunggu ada korban jiwa baru diperbaiki," ucapnya.
Menurut Endang, salah satu pengendara yang terjatuh bahkan sempat terpental cukup jauh bersama sepeda motornya.
"Itu orang yang jatuh kalau cuma lecet mungkin nggak apa-apa. Ini sampai ada yang kepelanting sama motornya sekitar 10 meter. Masih hidup syukur, kalau meninggal kan gawat," tuturnya.
Hingga berita ini ditulis, lubang-lubang di ruas jalan tersebut belum diperbaiki.
Kondisi itu membuat pengguna jalan berharap adanya penanganan segera sebelum kembali memakan korban kecelakaan.
(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Jalan-Yos-Sudarso-lubang.jpg)