SAMPAH DI BATAM
DLH Batam Ajak Warga Bangun TPS di Lingkungan, Percepat Waktu Pengangkutan Sampah
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terus mencari solusi untuk mempercepat pengangkutan sampah dari kawasan permukiman menuju TPA
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terus mencari solusi untuk mempercepat pengangkutan sampah dari kawasan permukiman menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Salah satu strategi yang kini didorong, yakni pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau bak komunal di lingkungan perumahan dengan dukungan masyarakat.
Kepala DLH Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran pembangunan sekitar 240 TPS komunal pada tahun 2026.
Dohar meminta dukungan warga atau perangkat RT/RW untuk menyediakan lokasi pembangunan TPS khusus di lingkungan masing-masing.
"Saat ini program ini sedang kita sosialisasikan ke setiap pemukiman di Batam. Beberapa pemukiman seperti di lingkungan RW 09 Sei Langkai sangat setuju," kata Dohar, baru-baru ini.
Ia mengatakan TPS yang dimaksud itu untuk menampung seluruh sampah dari warga yang ada di kompleks tersebut.
''Jadi warga tinggal membuang sampah ke TPS yang disiapkan, selanjutnya petugas sampah tidak lagi mengambil sampah ke rumah warga," ujarnya.
Dengan demikan, waktu pengangkutan sampah akan lebih efisien.
"Jadi petugas sampah itu fokus mengambil sampah dari TPS di kompleks, tidak perlu lagi keliling ke rumah warga. Jadi waktu tidak banyak terbuang," kata Dohar.
Ia mengatakan, untuk pembangunan TPS tersebut pemerintah melalui DLH akan membantu membangun bak komunal, sementara perangkat RT/RW diharapkan dapat menyediakan tempat, dimana lokasi yang bisa dibangun.
"Tujuan utamanya adalah mempercepat proses pengangkutan sampah dari sumbernya," ujar Dohar.
Menurutnya, pola pengelolaan sampah melalui TPS komunal akan membuat proses pengangkutan menjadi lebih efektif dan efisien.
Warga cukup membuang sampah ke satu titik yang telah disediakan, kemudian petugas mengangkutnya menuju TPA.
"Kalau selama ini petugas harus berkeliling dari rumah ke rumah, waktunya bisa satu hingga tiga jam dalam satu kawasan. Jika sudah ada TPS komunal, petugas cukup mengambil sampah dari satu titik, sehingga waktu pengangkutan bisa dipangkas menjadi sekitar 20 hingga 30 menit," katanya.
Dohar menyebut, saat ini DLH Batam melayani sekitar 350 ribu pelanggan sampah yang tersebar di 17 ribu kawasan permukiman dan perumahan di Batam.
| TPS Liar Masih Menjamur di Batam, Komisi III DPRD Desak DLH Evaluasi Pengawas Lapangan |
|
|---|
| Dua Minggu Sampah di Kelurahan Sagulung Kota Tidak Diangkut, DLH Batam Sebut Armada Rusak |
|
|---|
| Anggota Komisi I DPRD Batam Tumbur Hutasoit Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri di Kawasan Bisnis |
|
|---|
| DLH Batam Tinjau TPS Sementara di Fanindo, Dorong Pengangkutan Sampah Mandiri oleh Pelaku Usaha |
|
|---|
| Sampah Muncul Lagi di Kawasan Industri Dapur 12 Sagulung, DLH Batam Minta Warga Gunakan TPS Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/TPS-Sementara-di-Perumahan.jpg)