Minggu, 31 Mei 2026

Banjir di Batam

Hujan Deras Bikin Jalan di Bawah JPO Putri Tujuh Batam Tergenang, Pengendara Waswas

Genangan air di Jalan R Suprapto, tepatnya di bawah JPO Putri Tujuh, Kecamatan Batu Aji, Batam, kembali dikeluhkan pengguna

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id
GENANGAN AIR - Genangan air di Jalan R Suprapto, tepatnya di bawah JPO Putri Tujuh Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (29/5/2029) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Genangan air di Jalan R Suprapto, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Putri Tujuh, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, kembali dikeluhkan pengguna jalan. 

Lokasi tersebut menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Batu Aji, meski hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Kondisi ini membuat pengendara, terutama pengguna sepeda motor, merasa waswas saat melintas. 

Ketinggian genangan air yang muncul di ruas jalan tersebut bergantung pada intensitas dan lamanya hujan. 

Semakin deras dan lama hujan turun, semakin tinggi pula air yang menggenangi badan jalan.

Ruas jalan yang terdampak berada di jalur kiri dari arah Batu Aji menuju Muka Kuning.

Saat hujan deras, genangan air sering kali menutupi sebagian badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Warga sekitar, Jekson Marbun, mengatakan persoalan banjir di bawah JPO Putri Tujuh bukanlah masalah baru. 

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama,  namun hingga kini belum ada solusi permanen yang mampu mengatasi genangan air di lokasi tersebut.

"Kalau hujan deras, air cepat sekali naik. Sudah sering pengendara motor mogok karena nekat menerobos genangan," ujarnya.

Jekson menjelaskan, salah satu penyebab banjir berasal dari aliran air yang datang dari kawasan sekitar SMKN 1 Batam

Selain itu, posisi jalan yang berada di area cekungan membuat air mudah terkumpul dan sulit mengalir keluar.

Jekson mengatakan, kapasitas saluran pembuangan air dari badan jalan menuju drainase juga dinilai tidak memadai. 

Ukuran saluran yang kecil menyebabkan debit air yang besar, tidak dapat terbuang dengan cepat, sehingga genangan air bertahan lebih lama di permukaan jalan.

Tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, genangan yang terus berulang juga berdampak pada kondisi infrastruktur. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved