MBG DI BATAM
MBG di SMPN 12 Batam Terhenti Sementara, Sekolah Lain Masih Berjalan Normal
Distribusi MGB di SMPN 12 Batam terhenti sementara, Senin (8/6). Informasi yang didapat, hal ini diduga terkendala Dana Banper
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Dapur penyedia MBG untuk SMP Negeri 12 Batam menghentikan sementara distribusi makanan diduga akibat keterlambatan pencairan Dana Banper
- Ketua Komite SMPN 12 Batam meminta pemerintah memastikan keberlanjutan anggaran program MBG
- Sementara itu, distribusi MBG di SMPN 43 Batam masih berjalan normal
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dinikmati ribuan pelajar di Kota Batam mengalami kendala di sejumlah sekolah di Batam.
Informasi yang diperoleh guru melalui pesan WhatsApp dari dapur penyedia, hal ini diduga terkendala Dana Bantuan Pemerintah (Banper).
Salah satu sekolah yang terdampak yakni SMP Negeri 12 Batam yang berlokasi di Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota.
Ketua MBG SMPN 12 Batam, Kumala Sari, mengatakan pihak sekolah menerima pemberitahuan bahwa pendistribusian makanan untuk sementara tidak dilakukan karena dana operasional belum dicairkan.
"Informasi yang kami terima bukan programnya dihentikan. Hanya saja untuk hari ini tidak ada pendistribusian karena ada keterlambatan pencairan dana," ujar Sari saat ditemui di SMPN 12 Batam di kawasan Legenda Malaka, Senin (8/6/2026).
Ia mengatakan, pemberitahuan tersebut diterima melalui pesan WhatsApp dari pihak terkait.
Hingga saat ini sekolah belum mendapatkan informasi lebih lanjut soal kapan distribusi makanan akan kembali normal.
"Yang disampaikan kepada kami hanya untuk hari Senin ini saja. Untuk sampai kapan belum ada informasi," katanya.
Di SMPN 12 Batam, program MBG selama ini menjangkau lebih dari 1.100 siswa. Namun pada hari yang sama, aktivitas sekolah hanya diikuti sekitar 300 siswa kelas VIII, karena sebagian siswa lainnya sedang menjalani agenda ujian.
Ketua Komite SMPN 12 Batam sekaligus wali murid, Syahril, berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan anggaran agar operasional penyedia makanan tidak terganggu.
"Kalau satu atau dua bulan mungkin masih bisa ditanggung oleh penyedia. Tapi kalau berlarut-larut, tentu akan sulit. Karena itu anggaran harus dipastikan tersedia dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Syahril, keberlangsungan program MBG sangat bergantung pada kepastian pembayaran kepada pihak penyedia makanan. Jika dana tersendat dalam waktu lama, pelayanan kepada ribuan siswa berpotensi terganggu.
MBG di SMPN 43 Batam Masih Berjalan Normal
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di SMP Negeri 43 Batam. Kepala SMPN 43 Batam, Revi Jelita, memastikan program MBG di sekolahnya masih berjalan normal dan belum ada arahan penghentian sementara.
| Konsolidasi MBG di Batam, BGN Soroti Risiko Penyelewengan dan Kesiapan Rantai Pasok |
|
|---|
| Menu MBG di Batam Saat Ramadan Tuai Sorotan, SPPG Pastikan Sudah Sesuai Ahli Gizi |
|
|---|
| Orang Tua Pelajar Keluhkan Menu MBG di Batam saat Ramadan, Soroti Kandungan Gizi |
|
|---|
| Kunjungan Menteri Perdagangan ke Batam Tinjau MBG Hingga Pelepasan Ekspor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Siswa-SMP-N-8-Sambau-mengangkut-ompreng-MBG-untuk-dikonsumsi.jpg)