Kamis, 11 Juni 2026

HARGA BBM NONSUBSIDI DI BATAM MELEJIT

Harga Sembako di Pasar Tos 3000 Jodoh Batam Masih Stabil, Pedagang: Masih Stok Lama

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp11.750 menjadi Rp15.500 per liter yang berlaku mulai 10 Juni 2026, belum

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
PASAR TOS 3000 BATAM - Barang dagagang di Pasar Tos 3000 Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (11/6/2026). Harga sejumlah bahan pokok tepantau masih stabil setelah harga BBM nonsubsidi kembali naik. Pedagang menyebut jika bahan pokok yang dijual merupakan stok lama. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax di Batam belum berdampak langsung pada harga bahan pokok di Pasar Tos 300 Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
  • Pedagang masih menjual stok lama sehingga harga cabai dan bawang terpantau masih stabil.
  • Biaya distribusi menjadi faktor penentu potensi kenaikan harga barang di masa mendatang
  • Stok kebutuhan pokok di pasar dan gudang saat ini dipastikan masih dalam kondisi aman.

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp11.750 menjadi Rp15.500 per liter yang berlaku mulai 10 Juni 2026, belum berdampak langsung terhadap harga bahan pokok di Pasar Tos 300 Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sejumlah pedagang mengaku harga kebutuhan pokok masih relatif normal karena sebagian besar barang dagangan yang dijual saat ini masih berasal dari stok lama.

"Kalau sampai sejauh ini belum ada kenaikan harga. Hampir semua kebutuhan pokok masih normal. Khususnya cabai merah masih di kisaran Rp45 ribu per kilogram," ujar Linda, seorang pedagang di Pasar Tos 300 Jodoh, Kamis (11/6/2026).

Selain cabai merah, harga cabai rawit juga masih bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram. Sementara bawang merah dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram.

"Untuk bahan pokok lainnya juga masih normal, belum ada kenaikan," sebutnya.

Namun demikian, Linda mengaku belum bisa memastikan kondisi harga pada pekan mendatang. Menurutnya, stok yang beredar saat ini masih merupakan persediaan lama.

"Ini masih stok minggu ini. Tidak tahulah kalau minggu depan bagaimana," ujarnya.

Linda menjelaskan, distribusi barang dagangan ke Batam sangat bergantung pada transportasi, baik melalui jalur kargo maupun kendaraan umum. 

Selain biaya pengiriman, pedagang juga harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk memindahkan barang dari kendaraan ke lapak.

"Kalau tukang antar barang minta naik ongkos, terpaksa harga barang juga ikut naik," katanya.

Hal senada disampaikan Sarno, pedagang lainnya di pasar tersebut dimana hingga kini belum ada perubahan harga sembako yang signifikan.

Menurutnya, potensi kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi dari daerah pemasok menuju Batam.

"Batam ini bukan daerah penghasil. Hampir semua barang didatangkan dari luar daerah. Kalau ongkos kirim naik, terpaksalah harga ikut naik," ujar Sarno.

Meski demikian, Sarno memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasar maupun gudang masih dalam kondisi aman.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved