Rabu, 27 Mei 2026

Lingga Terkini

Bupati Lingga Buka Dialog Terbuka, Forum Singgung Lapangan Kerja, Nizar Bicara Investasi 

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, membuka dialog terbuka terima keluhan dari tokoh masyarakat, organisasi hingga LSM, dan lainnya, Selasa (9/9/2025)).

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Febriyuanda
DIALOG TERBUKA - Bupati Lingga, Muhammad Nizar, membuka dialog terbuka terima keluhan dari tokoh masyarakat, organisasi hingga LSM, dan lainnya, Selasa (9/9/2025). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Pemerintah Kabupaten Lingga menggelar forum dialog terbuka di Ruang Rapat Kantor Bupati, Daik, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah tokoh penting daerah, termasuk unsur Forkopimda, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Dialog ini mendengar langsung berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat terkait isu pembangunan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar dan Wakilnya, Novrizal, turut terbuka hadir dalam kesempatan tersebut.

Nizar menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berperan dalam pengambilan kebijakan, namun juga sebagai mitra yang aktif mendengarkan suara rakyat.

Pertemuan ini penting agar aspirasi masyarakat bisa tersampaikan langsung. Pemerintah hadir untuk mendengar, merespons, dan mencari solusi bersama demi kemajuan Kabupaten Lingga,” tegas Nizar.

Selama diskusi berlangsung, berbagai persoalan aktual mengemuka, mulai dari infrastruktur hingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui lapangan pekerjaan.

Kritik dan masukan disampaikan secara terbuka, mencerminkan semangat partisipatif dan kolaboratif yang ingin dibangun Pemkab Lingga.

Minimnya lapangan pekerjaan kembali menjadi keluhan utama masyarakat dalam forum dialog  tersebut.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Generasi Anak Melayu (Geram), Zulfikar.

Menurutnya, sulitnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Lingga, di tengah biaya hidup yang semakin tinggi.

"Kami ingin tahu langsung, apa langkah nyata pemerintah dalam membuka peluang kerja? apalagi dengan isu investasi yang katanya akan masuk ke Lingga,” tutur Zulfikar di hadapan Bupati Lingga, Muhammad Nizar.

Menjawab pertanyaan itu, Nizar menekankan bahwa pemerintah tidak ingin gegabah dalam menyampaikan isu investasi, agar tidak menimbulkan ekspektasi berlebihan di masyarakat.

Ia memastikan, sejumlah investasi kini sudah mulai terealisasi, terutama di sektor perkebunan.

“Saat ini ada beberapa investasi yang berjalan. Salah satunya perkebunan kelapa sawit di Lingga Timur dan Utara oleh PT CSA, yang sudah memberi dampak positif dalam penyerapan tenaga kerja," ungkap Nizar.

Selain itu, lanjut Nizar, ada juga perkebunan sengon di Desa Linau, yang direncanakan pertengahan bulan ini pihak perusahaan akan  memulai produksi.

Nizar menegaskan, optimismenya terkait rencana investasi besar PT Thiansan Alumina Indonesia (TAI), yang diprediksi hingga 10 ribu tenaga kerja lokal maupun Nasional.

Menurutnya, seluruh proses perizinan baik di tingkat provinsi maupun pusat sudah selesai, kini tinggal menunggu penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Pertahanan dengan pihak perusahaan.

“Segala izin sudah clear. Pemerintah daerah juga sudah memberikan titik koordinat lokasi. Tinggal satu langkah lagi, yakni perjanjian kerja sama pengalihan lokasi latihan tempur,” ungkap Nizar.

Sebagai bentuk keseriusan, Nizar menyampaikan pihak perusahaan telah mulai melakukan pembinaan terhadap putra-putri Lingga.

Sebanyak 20 orang sudah menjalani wawancara untuk program pelatihan yang akan dilaksanakan di Tiongkok dengan gaji Rp6 juta per bulan.

Program ini akan dilakukan bertahap, dimulai dengan 20 peserta, kemudian 50, hingga 100 orang.

Namun, mengingat perjanjian resmi belum rampung, Nizar meminta agar pembinaan tahap awal dihentikan sementara, hingga proses benar-benar clean and clear.

“Saya ingin semua berjalan transparan dan aman. Kalau sudah selesai, pembinaan bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Pihak pemerintah daerah bersama DPRD serta jajaran OPD menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap poin yang disampaikan masyarakat.

Bupati Nizar juga memastikan bahwa dialog seperti ini akan menjadi agenda rutin sebagai upaya mempererat sinergi antara pemerintah dan warga.

“Dialog ini bukan yang pertama dan tentu bukan yang terakhir. Kami ingin membangun budaya pemerintahan yang terbuka dan responsif, di mana masyarakat merasa dilibatkan dalam proses pembangunan,” pungkas Nizar.(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved