Rabu, 27 Mei 2026

Idul Adha 2026

Aroma Ayam Salai Masih Diburu Warga Lingga Meski Pesanan Menurun Menjelang Idul Adha

Usaha ayam salai milik Yani, warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (26/5/2026). 

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
AYAM SALAI DI LINGGA - Usaha ayam salai milik Yani, warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (26/5/2026). Ia tampak sibuk memenuhi pesanan Lebaran Idul Adha. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA – Aroma asap kayu mulai tercium dari sebuah rumah produksi ayam salai di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (26/5/2026). 

Di bagian dapur sederhana itu, beberapa ayam tampak berjejer rapi di atas tungku pembakaran, sambil diasapi perlahan untuk memenuhi pesanan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Aktivitas penyalain ayam yang biasanya berlangsung sibuk setiap mendekati lebaran, tahun ini terlihat tidak seramai biasanya.

Tumpukan ayam yang diasapi tampak lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Yani, pelaku usaha ayam salai di daerah tersebut, mengaku permintaan dari pelanggan mengalami penurunan.

Ia menyebut jumlah ayam yang diasapi menjelang Idul Adha tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu.

“Agak kurang tak sama dengan tahun kemarin, ini cuma 200 ekor, biasanya lebih, mungkin karena ekonomi,” ujar Yani saat ditemui di lokasi usahanya.

Di sela kepulan asap yang memenuhi ruangan, Yani terus membolak-balik ayam agar tingkat kematangannya merata dan menghasilkan aroma khas yang disukai pelanggan.

Menurutnya, meski pesanan menurun, masyarakat tetap banyak mencari ayam yang sudah disalai untuk dijadikan hidangan khas lebaran.

Ia mengatakan sebagian pelanggan memang sengaja memilih ayam salai, karena cita rasa asapnya dianggap lebih gurih saat dimasak gulai ataupun masak lemak khas Melayu.

“Ada juga yang disalai, ada juga yang tidak disalai, permintaan banyak disalai,” imbuhnya.

Ayam salai sendiri menjadi salah satu menu favorit masyarakat Lingga saat momen hari besar keagamaan. 

Kebanyakan ayam yang disalai merupakan jenis ayam kampung.

Selain aromanya yang khas, proses pengasapan membuat tekstur dan rasa ayam lebih nikmat ketika dipadukan dengan santan dan rempah-rempah tradisional.

Proses penyalain dilakukan menggunakan bara api dan asap kayu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved