Senin, 20 April 2026

Mahasiswa hingga Buruh di Lingga Desak PT Tianshan segera Beroperasi Demi Terbukanya Loker

Desakan agar investasi PT Tianshan Alumina Indonesia segera direalisasikan, muncul pada forum dialog yang digelar di Kantor Bupati Lingga

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/istimewa
DIALOG - Desakan agar investasi PT Tianshan Alumina Indonesia segera direalisasikan kembali mengemuka, pada forum dialog terbuka yang digelar di Kantor Bupati Lingga, Selasa (9/9/2025) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Desakan agar investasi PT Tianshan Alumina Indonesia segera direalisasikan kembali mengemuka, pada forum dialog terbuka yang digelar di Kantor Bupati Lingga, Selasa (9/9/2025) lalu.

Mahasiswa, serikat pekerja, organisasi masyarakat (ormas), MUI, Lembaga Adat Melayu dan tokoh masyarakat, menyuarakan pentingnya investasi ini untuk membuka lapangan kerja baru dan menjawab keresahan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Dari kalangan mahasiswa, Pratiwi, seorang mahasiswi, menyoroti betapa sulitnya generasi muda mencari pekerjaan setelah lulus kuliah.

Mereka berharap setelah lulus kuliah dapat menetap di kampung halaman, tanpa harus mencari pekerjaan di kota-kota besar.

“Kami sebagai mahasiswa sangat berharap investasi ini. Banyak generasi muda Lingga yang kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah selesai kuliah. Harapan kami, dengan berdirinya smelter Tianshan, kesempatan kerja bisa terbuka luas bagi pemuda daerah,” ungkap Pratiwi.

Desakan juga datang dari Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F-SPSI) – NIBA Kabupaten Lingga.

Christophorus bersama pengurus serikat pekerja, menegaskan keresahan buruh dan masyarakat semakin mencuat akibat minimnya lapangan pekerjaan.

Situasi ini diperparah dengan kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat, sehingga daya serap tenaga kerja kian tertekan.

“Lapangan pekerjaan ini adalah janji pemerintah yang ditunggu-tunggu. Negeri ini kaya, tapi rakyatnya miskin. Di tengah kondisi ekonomi sulit, masyarakat dan buruh semakin merasakan dampaknya. Apalagi dengan adanya efisiensi dari pemerintah pusat, peluang kerja semakin sempit. Maka dari itu, kami mendesak agar pemerintah dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas Christophorus.

Desakan juga datang dari Zulfikar dan Juli dari Generasi Anak Melayu (Geram). Mereka menyoroti kondisi realita di tengah masyarakat yang terjadi lemahnya daya beli hingga membuat banyak kedai kecil sepi pengunjung, sebagai bukti nyata minimnya perputaran ekonomi di daerah.

“Ini realita di lapangan. Kedai-kedai sepi, daya beli masyarakat melemah, semua karena penghasilan makin sulit. Kalau lapangan kerja terbuka, perputaran uang jelas akan lebih baik,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Zulfikar juga menekankan, rencana investasi Tianshan sudah lama berwacana di Lingga, namun hingga kini belum terealisasi.

Bersama sejumlah LSM lainnya, Zulfikar menegaskan, masyarakat siap melangkah lebih jauh dengan menyurati Presiden RI Prabowo Subianto jika investasi Tianshan terus tertunda.

“Kami siap menggalang tanda tangan masyarakat untuk disampaikan langsung ke Presiden. Tianshan sudah di depan mata, dan lapangan pekerjaan sudah menanti jika investasi ini benar-benar berjalan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lingga, Novrizal, menegaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya bersama Bupati, membuka lapangan kerja adalah target utama.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved