Sabtu, 25 April 2026

ULAR DI LINGGA

Damkar Lingga Evakuasi Ular Piton 3 Meter Mangsa Ayam Warga Desa Teluk Rhu

Tim Damkar unit Dabo mengevakuasi seekor ular piton berukuran tiga meter yang ditemukan di kawasan permukiman warga Desa Teluk Rhu, Lingga, Senin.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Dok. Damkar Lingga
ULAR DI LINGGA - Tim Damkar unit Dabo mengevakuasi seekor ular piton berukuran tiga meter yang ditemukan di kawasan permukiman warga Desa Teluk Ru, Kecamatan Singkep, Senin (3/11/2025). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Ponsel anggota Damkar Unit Dabo menerima informasi dari warga Desa Teluk Rhu, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (3/11/2025).

Warga meminta bantuan Damkar Lingga setelah ular piton berukuran tiga meter masuk permukiman warga.

Reptil itu dilaporkan telah memangsa dua ayam.

Satu ayam ditemukan mati di sekitar lokasi.

Menindaklanjuti laporan itu, Danton Damkar Dabo Singkep, Ikmal Hakim, bersama sejumlah personel segera menuju lokasi dengan memakan waktu sekitar lima menit.

Dengan menggunakan satu unit motor dinas dan dua kendaraan pribadi, petugas membawa perlengkapan standar berupa empat penjepit ular.

Setibanya di lokasi, tim Damkar langsung mengamati dan menentukan strategi penangkapan untuk memastikan keamanan warga di sekitar.

Berkat koordinasi dan ketelitian petugas di lapangan, ular tersebut berhasil diamankan dalam waktu kurang dari tiga menit tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

“Dua ayam sudah ditelan ular ini, kemungkinan karena kekenyangan sehingga tidak melakukan perlawanan, dan proses evakuasi bisa berlangsung aman,” jelas Danton Damkar Dabo Singkep, Ikmal Hakim, saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Senin (4/11/2025).

Ular tersebut kemudian dievakuasi ke tempat aman untuk selanjutnya dilepaskan jauh dari permukiman penduduk.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

“Kami mengingatkan warga agar tidak menumpuk sampah, atau kayu di sekitar pekarangan, karena kondisi itu bisa menjadi tempat persembunyian ular maupun hewan liar lainnya,” tambah Ikmal.

Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan petugas, diharapkannya potensi gangguan dari satwa liar dapat diminimalkan dan lingkungan tempat tinggal tetap aman serta nyaman. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved