Sabtu, 25 April 2026

Peringatan Isra Mi’raj di Lingga Berbalut Tradisi Hidup, Hikayat Hingga Makan Berhidang

Peringatan Isra Mi'raj berbalut tradisi makan di Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri,

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
ISRA MI'RAJ DI NATUNA - Peringatan Isra Mi'raj berbalut tradisi makan berhidang di Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (15/1/2026) malam. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Nuansa peringatan Isra Mi’raj begitu terasa kental di perkampungan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Tradisi yang diwariskan turun-temurun kembali hidup di Surau Al Istiqomah, Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat pada malam peringatan Isra Mi’raj, Kamis (15/1/2026).

Sejak menjelang malam, suasana surau tampak lebih ramai dari biasanya.

Perkampungan yang umumnya sunyi dengan iringan suara jangkrik mendadak dipenuhi bualan warga.

Sejumlah warga tampak beranjak dari rumah masing-masing, menenteng talam berisi hidangan yang ditutup tudung saji.

Sekira pukul 19.45 WIB, satu per satu warga memasuki surau kecil tersebut.

 

ISRA MI'RAJ DI LINGGA - Peringatan Isra Mi'raj berbalut tradisi makan berhidang dan pembacaan hikayat di Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Kamis (15/1/2026) malam.
ISRA MI'RAJ DI LINGGA - Peringatan Isra Mi'raj berbalut tradisi makan berhidang dan pembacaan hikayat di Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Kamis (15/1/2026) malam. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

 

Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia hadir mengenakan pakaian muslim yang tertutup. 

Laki-laki dan perempuan berkumpul dalam satu ruang, membawa serta hidangan untuk disantap bersama.

Hidangan tersebut berupa talam yang ditutup dengan tudung saji pandan.

Menjadi tradisi masyarakat Melayu, untuk mengadakan bersama atau disebut dengan makan berhidang.

Beragam makanan tersaji di dalam talam, mulai dari mi, lontong, kue-kue, nasi lemak hingga aneka makanan tradisional lainnya.

Seluruh hidangan dikumpulkan di dalam surau sebelum acara dimulai.

Sebelum makan bersama, tokoh agama setempat membacakan hikayat perjalanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved