16 Jam Terlantar di Lingga, Penumpang ke Kuala Tungkal Akhirnya Berangkat Senin Dini Hari
Ratusan penumpang kapal yang sebelumnya sempat terlantar di Pelabuhan Jagoh, Lingga, Kepulauan Riau, akhirnya berangkat ke Kuala Tungkal, Senin (16/2)
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Sempat terlantar belasan jam di Lingga, penumpang dari Batam yang hendak berangkat ke Kuala Tungkal akhirnya berangkat, Senin (16/2/2026) dini hari
- Penumpang sempat protes karena tak ada kepastian kapal keberangkatan lanjutan
- Selama menunggu, sebagian penumpang duduk di area ruang tunggu pelabuhan, lainnya di bawah pepohonan dan semak-semak untuk menghindari panas
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Ratusan penumpang kapal penyeberangan yang sebelumnya sempat terlantar di Pelabuhan Jagoh, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Kuala Tungkal pada Senin (16/2/2026) dini hari.
Kepastian keberangkatan itu diperoleh setelah 16 jam penumpang menunggu tanpa kejelasan jadwal, akibat persoalan perizinan penyeberangan.
Sebelumnya, para penumpang berangkat dari Batam pada Sabtu (14/2/2026) malam menggunakan kapal Roro KMP Senangin.
Mereka dijadwalkan transit di Pelabuhan Jagoh, sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun setibanya di pelabuhan tersebut pada Minggu (15/2/2026) pagi, rencana keberangkatan lanjutan tidak bisa segera dilakukan, sehingga para penumpang harus menunggu hingga sekitar 16 jam.
Selama masa penantian, kondisi penumpang cukup memprihatinkan.
Sebagian memilih duduk di area ruang tunggu pelabuhan, sementara lainnya berteduh di bawah pepohonan dan semak-semak untuk menghindari panas.
Tidak sedikit pula yang beristirahat dengan beralaskan tikar, sambil menunggu kepastian keberangkatan.
Situasi yang tak kunjung jelas akhirnya memicu protes dari para penumpang kepada pihak manajemen kapal.
Setelah dilakukan koordinasi mendesak antara pihak terkait, diputuskan kapal tetap diberangkatkan menuju Kuala Tungkal pada Senin (16/2/2026) dini hari.
Seorang penumpang, Miftahul Jannah, mengungkapkan kepastian keberangkatan baru didapat setelah adanya protes dari calon penumpang.
“Kami sampai di Jagoh jam 9, akhirnya pakai Kapal Senangin jam 1 malam baru berangkat,” ujarnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, karena sangat merugikan penumpang, baik dari sisi waktu, tenaga, maupun kenyamanan selama perjalanan.
Menurutnya, kepastian jadwal penyeberangan sangat penting agar penumpang dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
| Pelarian Jaka Berakhir, Warga Padati Pelabuhan Lingga Untuk Saksikan Kedatangannya si Pembunuh Kejam |
|
|---|
| Batam Mulai Jadi Markas Kejahatan Siber, Seluruh Pekerjanya WNA, Sepekan Ratusan Orang Ditangkap |
|
|---|
| Ruko di Taman Niaga Batam Jadi Markas Judol Internasional, Warga Kira Tak Ada Penghuni |
|
|---|
| Judol Kelas Internasional Beroperasi di Batam, Polisi Sita Kartu Naga dan Poster Dewa Asal Tiongkok |
|
|---|
| Tersangka Pembunuhan Istri di Lingga Jadi Pusat Perhatian, Jaka Tertunduk saat Tiba di Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Penumpang-Kuala-Tungkal-terpantar-di-Lingga-Kepri.jpg)