Jumat, 24 April 2026

Lingga Terkini

Panen Berkah Ramadan, Petani Singkep di Lingga Raup Cuan dari Hasil Semangka Madu

Budiman, petani asal Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, sukses meraup keuntungan dari panen semangka madu lokal yang ia budidayakan di lahannya.

|
Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Febriyuanda
BERKAH RAMADAN - Budiman (paling kiri), petani asal Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, sukses meraup keuntungan dari panen semangka madu lokal yang ia budidayakan di lahannya saat bulan Ramadan 2026. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Di tengah maraknya pasokan semangka dari luar daerah seperti Jambi, seorang petani lokal di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, justru mampu menunjukkan daya saing hasil pertaniannya sendiri.

Budiman, petani asal Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, sukses meraup keuntungan dari panen semangka madu lokal yang ia budidayakan di lahannya.

Memasuki awal Ramadan, permintaan buah semangka di pasaran meningkat signifikan.

Buah segar yang kerap menjadi pilihan masyarakat untuk menu berbuka puasa itu banyak diburu pembeli.

Di tengah persaingan dengan semangka kiriman dari luar daerah, semangka madu milik Budiman justru mendapat tempat tersendiri di hati konsumen.

Lahan pertanian yang digarapnya di Desa Batu Kacang tampak dipenuhi hamparan tanaman semangka yang tumbuh subur.

Buah-buah berukuran besar dengan kulit hijau dan kuning segar tersusun rapi menanti masa distribusi.

Belum lagi isinya berwana merah dan kuning, mengunggah selera pembeli.

Budiman mengaku bersyukur karena hasil panennya kali ini cukup memuaskan, baik dari segi kualitas maupun jumlah produksi.

Menurutnya, sejak awal Ramadan, penjualan semangka mengalami peningkatan.

"Rata-rata konsumsi di bulan puasa itu lebih meningkat, 70 hari sebelum puasa kita sudah tanam," ungkap Budi, Sabtu (21/2/2026).

Rasa manis dan tekstur daging buah yang renyah menjadi daya tarik utama semangka madu lokal tersebut.

Budiman menjual hasil panennya dengan harga Rp12 ribu per kilogram yang ia jajakan di Simpang Pasar Dabo Singkep.

Harga tersebut dinilai masih terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memberikan keuntungan yang layak bagi dirinya sebagai petani.

"Kami panen baru setengahnya dari 1.000 batang yang ditanam," ungkapnya.

Ia berharap, hasil panen kali ini dapat terus terserap pasar hingga akhir musim Ramadan.

Selain menambah penghasilan keluarga, keberhasilan ini juga menjadi penyemangat bagi dirinya untuk terus mengembangkan pertanian buah lokal di Kabupaten Lingga. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved