Jumat, 10 April 2026

WARGA LINGGA HILANG DI LAUT

2 Warga Lingga yang Hilang di Laut Belum Ditemukan, Pencarian Lanjutkan Tim SAR Hari Ini

Upaya pencarian terhadap dua warga Kabupaten Lingga yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Pintu dilakukan oleh Tim SAR gabungan

Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
Tribunbatam.id/Istimewa
PENCARIAN - Upaya pencarian terhadap dua warga Kabupaten Lingga yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Pintu dilakukan oleh Tim SAR gabungan, Minggu (22/2/2026). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Upaya pencarian terhadap dua (2) warga Kabupaten Lingga yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Pintu dilakukan oleh Tim SAR gabungan, Minggu (22/2/2026).

Operasi pencarian TNI AL dan BPBD Lingga dimulai sekira pukul 12.00 WIB dengan melibatkan Danposal Tajur Biru bersama unsur gabungan dari Lanal Dabo Singkep, BPBD Lingga, serta masyarakat setempat.

Penyisiran difokuskan di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan korban.

Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Jairi alias Eno (35), selaku nahkoda, dan Muhammad Sahri alias Aris (30) yang merupakan anak buah kapal (ABK).

Keduanya dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (19/2/2026) saat melakukan pelayaran menggunakan boat pompong.

Sebelumnya, korban berangkat dari Kelumu pada Rabu (18/2/2026) dini hari dengan tujuan menuju Batam.

Namun sejak dilaporkan kehilangan komunikasi, keberadaan keduanya hingga kini belum diketahui.

Baca juga: 5 Fakta Pompong dari Lingga Tujuan Batam Hilang Kontak, Aris Sempat Video Call dengan Ayahnya

Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari lima personel Lanal Dabo Singkep, dua personel BPBD Lingga, serta tiga warga yang turut membantu proses pencarian.

Di antara relawan tersebut turut hadir dua orang tua korban, yakni Safiri, ayah dari Eno, dan Muhammad Salihin, ayah Aris, yang ikut menyaksikan langsung proses penyisiran di laut.

Pencarian difokuskan pada titik koordinat 0°24’59.6″N 104°12’49.4″E di perairan Selat Pintu. 

Tim menyisir area tersebut menggunakan kapal nelayan milik warga guna menjangkau lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.

Danposal Tajur Biru, Sertu Anang Tolu Widodo, mengatakan hingga sore hari hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR juga sempat berkoordinasi dengan kapal-kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi, namun belum ada informasi yang mengarah pada keberadaan korban.

Menurutnya, saat korban dilaporkan hilang kontak, kondisi cuaca di wilayah perairan Lingga tengah dilanda angin kencang dan cuaca ekstrem.

“Memang saat hilang kontak terjadi angin ribut. Banyak kelong milik warga juga mengalami kerusakan akibat cuaca buruk tersebut,” ungkap Anang kepada Tribunbatam.id.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved