Selasa, 5 Mei 2026

RAMADAN 2026

Dari Musala Kecil di Pulau Kojong Lingga, Kebersamaan Ramadan Tumbuh Didampingi Da'i

Cerita Ramadan 2026 di Pulau Kojong, Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, didampingi Dai.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa - Imaduddin
RAMADAN DI LINGGA - Cerita Ramadan 2026 di Pulau Kojong, Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) didampingi Da'i Kemenag, Ustadz Imaduddin. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Langit senja perlahan berubah jingga di ufuk barat Pulau Kojong, sebuah pulau kecil yang tenang di Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Angin laut berembus lembut membawa aroma asin khas pesisir, sementara satu per satu warga mulai berdatangan menuju Musala Al-Ikhlas.

Ramadan di pulau terluar ini terasa berbeda, lebih hangat, lebih akrab dan penuh kebersamaan.

Kehadiran dai pembinaan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Ustadz Imaduddin, menjadi warna tersendiri bagi masyarakat Pulau Kojong.

Selama bulan suci Ramadan, ia menggelar rangkaian pembinaan keagamaan yang disambut antusias oleh warga setempat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Menjelang waktu berbuka, suara anak-anak mengaji terdengar bersahut-sahutan dari dalam musala.

Tak hanya belajar, anak-anak juga mendapat tantangan hafalan Surah Al-Fatihah dan bacaan tahiyat akhir.

Hafalan tersebut akan dievaluasi pada Jumat (27/2), menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka untuk terus berlatih setiap hari.

Saat azan Magrib hampir berkumandang, suasana berubah menjadi semakin ramai.

Warga berkumpul membawa hidangan dari rumah masing-masing.

Kurma telah disiapkan panitia, sementara meja sederhana di teras musala dipenuhi nasi, lauk ikan hasil tangkapan laut, hingga kelapa muda sumbangan warga.

Tradisi berbuka bersama berlangsung penuh rasa kekeluargaan, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat pulau.

Malam hari di Pulau Kojong kembali hidup selepas salat Isya.

Cahaya lampu musala menerangi jamaah yang memenuhi saf salat tarawih.

Setelah tarawih usai, para remaja dan anak-anak tidak langsung pulang.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved